Di Pangandaran, Perempuan Hamil di Luar Nikah Sungkan Datang ke Posyandu Karena Malu

perempuan hamil di luar nikah
Ilustrasi Ibu Hamil. Foto: Net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Yadi Sukmayadi, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menuturkan banyak perempuan hamil di luar nikah yang sungkan datang ke Posyandu (Pos Layanan Terpadu).

Hal itu, kata dia, lantaran adanya sanksi sosial dari masyarakat terhadap perempuan yang hamil di luar nikah ini, sehingga mereka malu untuk memeriksakan kandungannya ke Posyandu.

“Kami sudah maksimal dalam pelayanan kesehatan, termasuk juga kami siap melayani wanita hamil di luar nikah, mereka bisa memeriksakan kandungannya di Posyandu, sama halnya seperti wanita hamil lainnya,” ujar Yadi, Selasa (1/10/2019).

Yadi menyayangkan perempuan yang hamil di luar nikah yang kerap abai pada kesehatannya, padahal pihaknya tak pernah pandang bulu dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Kami tak pernah tebang pilih saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, siapapun itu. Hanya saja yang sering terjadi sekarang, banyak perempuan yang hamil di luar nikah terkesan mengabaikan pentingnya kesehatan, sebab mungkin ya malu itu,” kata Yadi.

Yadi menegaskan, pelayan kesehatan, baik dokter, perawat, bidan maupun para medis lainnya tidak akan melihat status perempuan hamil tersebut.

Kata dia, tidak akan dilihat apakah perempuan yang memeriksakan kandungannya itu hamilnya setelah ada pernikahan sah atau tidak.

“Yang kami lakukan saat ada perempuan hamil baik itu dari pernikahan yang sah atau bukan, kemudian dia datang untuk memeriksakan kandungannya ke fasilitas kesehatan termasuk Posyandu atau Puskesmas, maka wajib dilayani,” tambahnya.

Dalam hal ini, Yadi menegaskan kembali betapa pentingnya untuk ibu hamil datang ke Posyandu. Termasuk juga ke fasilitas pelayanan kesehatan lainnya seperti Puskesmas. Tujuannya untuk control terhadap kondisi ibu juga bayi yang ada dalam kandungan.

“Pentingnya memeriksakan diri ke Posyandu atau Puskesmas ini juga merupakan langkah antisipasi, agar tidak terjadi gizi buruk yang nantinya bisa menyebabkan lahirnya bayi-bayi stunting,” jelasnya.

Meskipun begitu, Yadi menuturkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, kedatangan ibu hamil maupun balita ke Posyandu di Pangandaran masih tergolong baik.  

“Karenanya pada tahun 2019 jumlah Posyandu di Pangandaran sudah ada 527. Ada tiga kategori Posyandu ini, yakni Posyandu Madya sebanyak 271, Posyandu Purnama ada 201 dan terakhir ada Posyandu Mandiri sebanyak 55,” katanya.

Posyandu sendiri, kata Yadi, adalah fasilitas yang disediakan untuk masyarakat. Posyandu dikelola oleh masyarakat sebagai kader dan melibatkan bidan desa juga pemerintah Desa.  

“Perlu diingat juga kalau Posyandu itu bukan hanya tempat memeriksa perempuan hamil saja, tetapi bisa digunakan juga untuk aktivitas pelayanan kesehatan lainnya. Misalnya untuk imunisasi, menimbang berat badan, termasuk juga penyuluhan kesehatan,” paparnya. (Ceng2/R7/HR-Online)