Diduga Depresi, Seorang Kakek di Ciamis Tewas Gantung Diri

gantung diri di Ciamis
Evakuasi pelaku gantung diri di Kecamatan Banjaranyar, kabupaten Ciamis, Rabu (9/10/2019). Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Sahidin (66) warga dusun Cikaso, RT 14, RW 03, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Rabu (09/10/2019).

Informasi yang dihimpun HR Online di lapangan, saat ini warga dan polisi dari polsek Banjarsari tengah melakukan evakuasi dan penyidikan di lokasi tempat kejadian.

“Benar ada kejadian bunuh diri, secara kronologis kejadian sebenarnya saya tidak begi tahu, hanya saja menurut informasi mah pelaku mengalami depresi akibat penyakit yang lama dideritanya,” terang Solih, salah seorang warga Banjaranyar.

Hingga berita ini dibuat, HR Online belum mendapatkan keterangan lebih jelas dari pihak kepolisian terkait kejadian bunuh diri tersebut.

Namun beredar di media sosial Facebook, Sahidin bunuh diri lantaran frustasi akibat penyakit yang sudah lama dideritanya.

Agustus 2019, Seorang Pria Gantung Diri di Ciamis Akibat Depresi

Sementara itu, Sahidin bukan satu-satunya pelaku bunuh diri di Ciamis akibat depresi. Pada Agustus lalu, seorang pemuda berinisial R (30) nekad gantung diri Selasa (20/8/2019) sore. Kasus bunuh diri Ciamis ini terjadi di salah satu perumahan di Kelurahan Kertasari.

R (30) sempat memasang status di aplikasi WhatsApp sebelum akhirnya bunuh diri dengan cara melilit lehernya dengan tambang dan menggantung di pintu kusen kamar belakang rumah kakaknya.

Pria yang di KTP-nya tertera warga Bandung ini rupanya putus asa akibat patah hati. R menulis di status WhatsApp ‘Lain cinta sajati kie mah bay…aku pamit’. Polisi yang datang ke TKP menduga R bunuh diri lantaran putus cinta.

“Benar pada sore hari tadi telah terjadi peristiwa gantung diri tepatnya di salah satu Perum di Kertasari Ciamis,” terang Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Risqi Akbar S.I.K saat dikonfirmasi HR Online.

Berdasarkan pemeriksaan petugas terhadap sejumlah saksi, peristiwa ini diketahui oleh kakak korban, Winarti yang pertama kali menyaksikan saudaranya sudah tewas dalam keadaan tergantung menggunakan tali tambang yang diikatkan ke kusen pintu kamar.

“Menurut keterangan saudari Winarti saat hendak pulang ke rumah, dirinya dikagetkan dengan melihat bahwa saudaranya sudah tewas dalam keadaan tergantung,” tuturnya.

Saat melihat saudaranya tergantung itu, Winarti sontak berteriak sehingga menarik perhatian warga sekitar perumahan.

“Kejadiannya segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib, kuat dugaan saudara R mengalami depresi sehingga korban melakukan gantung diri,” terang Risqi. (Suherman/R7/HR-Online)