Dinkes Banjar: Bahaya Penyakit Tidak Menular Penyebabnya Gaya Hidup Tak Sehat

Penyakit Tidak Menular
Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjar. Foto: Sugeng Pangestu/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Pentingnya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTM Keswa) pada masyarakat, khususnya usia produktif. Lebih baik mencegah daripada mengobati menjadi istilah yang tepat untuk mengartikan pentingnya pencegahan sebelum terjadi resiko yang lebih besar.

Hal itu dikatakan Kasi. P2PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kota Banjar, Jawa Barat, Nuraida, kepada Koran HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (01/10/2019). Dia juga menjelaskan, Penyakit  Tidak Menular (PTM) tidak hanya menyerang orang lanjut usia, tetapi juga masyarakat usia produktif.

“Bahayanya penyakit ini tak mengenal kelompok, status sosial ekonomi masyarakat. Jadi, siapapun berpotensi diserang, sebagian besar diakibatkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat,” terangnya.

Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan kasus penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan Kota Banjar melaksanakan pelayanan deteksi dini usia produktif dan pengendalian penyakit tidak menular, dan kesehatan jiwa di setiap Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) PTM yang ada di Kota Banjar. Bahkan, pihaknya pun jemput bola ke setiap sekolah dan instansi lainnya.

Upaya untuk lebih mensukseskan P2PTM dan Keswa, kawula muda bisa menjadi motor penggerak para pemuda lainnya yang masih usia produktif. Pihaknya pun mengikut sertakan 50 orang perwakilan dari Karangtaruna yang ada di wilayah Kota Banjar, menjadi kader dalam kegiatan P2PTM dan Kewa.

“Kerjasama dari Karangtaruna sangat tepat untuk menyampaikan pentingnya sehat dan hidup sehat kepada warga lansia, atau yang masih produktif. Melihat Karangtaruna sebagai wadah pemuda di masing-masing desa, maka Karangtaruna dapat menginformasikan mengenai penyakit yang membahayakan ini, sehingga bisa dicegah sedini mungkin,” katanya.

Ida juga menyebutkan, di Kota Banjar, salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sedang dihadapi saat ini adalah beban ganda penyakit. Yakni, di satu pihak ada penyakit infeksi yang harus ditangani, dan di lain pihak ada juga penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, kanker, dan lainnya.

“Prefalensi hipertensi penyakit tidak menular di Kota Banjar dari Riskesdas tahun 2013 adalah 30 persen, dan meningkat menjadi 42,7 persen pada tahun 2018. Sedangkan, dari Riskesdas 2013, diabetes justru menurun dari 1,9 persen menjadi 1,5 persen,” jelasnya.

Pihaknya pun mengimbau untuk semua masyarakat, baik lanjut usia atau yang masih usia produktif, untuk memeriksakan kesehatannya di Posbindu PTM, tanpa dipungut biaya alias gratis. 

“Datang saja, nanti kalau ternyata ditemukan penyakit yang tidak menular, maka petugas akan memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama atau FKTP, sehingga bisa segera ditangani. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kesehariannya,” pungkas Ida. (Sugeng/Koran-HR)