Fenomena Hujan Meteor Sepanjang Oktober 2019, Catat Waktunya!

Fenomena Hujan Meteor
Ilustrasi fenomena hujan meteor. Foto: Istimewa

Fenomena hujan meteor yang diprediksi terjadi tiga kali akan menghiasi langit sepanjang bulan Oktober 2019 ini. Ketiga hujan meteor tersebut bisa terlihat di posisi rasi bintang Draco, Cetus dan Orion.

Fenomena alam hujan meteor tersebut terjadi kala lintasan planet Bumi berdekatan dengan orbit komet dan serpihannya.

Hujan meteor bisa terjadi karena serpihan meteorid berkecepatan tinggi tersebut berhasil memasuki atmosfer Bumi. Sementara sebagian serpihan meteorid yang habis terbakar di atmosfer akan menjadi debu atau kerikil.

Fenomena Hujan Meteor

Fenomena alam ini diawali dengan munculnya hujan meteor Draconid pada 6-10 Oktober 2019 mendatang dengan puncaknya pada 9 Oktober 2019.

Hujan meteor yang berasal dari sisa debu komet 21P Giacobini-Zinner ini bisa dilihat secara jelas setelah Matahari terbenam hingga rasi Draco tenggelam pada pukul 21:00 WIB.

Pada waktu tersebut, cahaya bulan masih cukup terang. Posisi rasi Draco pun bisa ditemukan tepat di arah utara namun tetap sulit ditemukan.

Rasi yang satu ini letaknya cukup rendah di horison. Apabila anda ingin mengamati fenomena hujan meteor Draconid, anda harus mencari lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya.

Setelah fenomena tersebut, pada 11 Oktober 2019 disusul fenomena alam hujan meteor Taurid selatan yang tak kalah mengesankan.

Fenomena ini berasal dari sisa debu Komet 2P Encke dan butiran debu Asteroid 2004 TG10. Tak heran jika hujan meteor ini nantinya akan menyuguhkan banyak bola api.

Hujan meteor ini akan menampilkan 5 meteor per jam dengan kecepatan hanya 28 km/detik. Anda bisa mengamatinya setelah Matahari terbenam hingga menjelang fajar.

Meski dinamakan hujan meteor Taurid selatan, namun meteor-meteornya akan bermula dari arah rasi bintang Cetus. Perlu diketahui juga bahwa fenomena ini termasuk hujan meteor yang memiliki intensitas kecil.

Walau demikian, tak ada salahnya jika anda ikut mengamatinya. Terlebih lagi, anda tak membutuhkan teleskop untuk bisa menyaksikannya.

Kemudian untuk fenomena yang terakhir, hujan meteor Orionid yang terjadi menjelang akhir bulan, tepatnya tanggal 21 Oktober 2019.

Hujan meteor ini berasal dari sisa debu komet Halley. Fenomena ini nantinya akan menampakkan 25 meteor per jam dengan kecepatan 66 km/detik.

Anda bisa mengamati fenomena hujan meteor ini saat rasi Orion terbit pada pukul 22:19 WIB di arah timur sampai fajar terlihat.

Anda perlu tahu bahwa rasi bintang Orion adalah rasi bintang paling terang yang ada di langit Bumi sehingga sangat mudah ditemukan.

Fakta Hujan Meteor

Menurut Endang Soegiartini selaku dosen Astronomi Institut Teknologi Bandung, ada kandungan di dalam batuan meteorit yang sama seperti asteroid.

Disebutkan juga bahwa meteoroid, asteroid, komet, debu-debu dan cincin planet termasuk serpihan dalam Tata Surya.

Untuk meteorit yang berhasil masuk ke Bumi itu sendiri mengandung nikel, besi, campuran batuan dan logam. Selain itu, ada juga jenis chondrite material yang tersimpan di dalam kerak dan lapisan mantel bumi.

Lebih dari itu, ada juga akondrite material basal yang ada di bumi. Pada umumnya, material ini muncul dari hasil pecahan Mars atau bulan.

Sebagaimana perkiraan para ahli astronomi, jika menghitung fenomena hujan meteor secara keseluruhan, jumlah meteor yang sampai ke Bumi bisa mencapai 19 ribu setiap tahunnya.

Meteor yang jatuh ke Bumi tersebut pun memiliki ukuran massa 100 gram. Lalu 4.100 meteor diantaranya memiliki bobot seberat 1 kilogram, sementara meteor dengan bobot 10 kilogram diperkirakan ada 830 buah.

Kemudian untuk meteor yang jatuh ke daratan, para ahli astronomi memperkirakan ada 5.800 yang ukurannya 100 gram. Ada juga 1.200 buah yang ukurannya 1 kilogram dan bobot sebesar 10 kilogram ada 240 meteor.

Fenomena Langit Oktober 2019

Selain fenomena hujan meteor, langit juga akan dihiasi berbagai fenomena alam lainnya sepanjang Oktober 2019. Adapun salah satunya yaitu Bulan Perbani Awal pada 5 Oktober 2019.

Pada waktu tersebut, bulan sudah mulai terlihat sejak Matahari terbenam hingga tengah malam. Anda bisa mengamati fenomena langit bebas cahaya Bulan sejak tengah malam hingga jelang dini hari.

Selain itu, langit juga akan menampilkan fenomena Bulan Purnama pada 13 Oktober. Dalam fenomena tersebut, bulan akan ada di atas cakrawala dimulai sejak Matahari terbenam hingga fajar.

Bulan Purnama menjadi momen terbaik untuk mengamati Bulan dan kawahnya. Setelah purnama selesai, secara perlahan bulan akan semakin malam waktu terbitnya.

Fenomena hujan meteor dan berbagai peristiwa langit lainnya memang menarik untuk diamati. Agar tak ketinggalan untuk mengamatinya, pastikan anda catat tanggalnya. (R10/HR-Online)

Loading...