Galaksi Tempat Bumi Berada Ternyata Memakan Galaksi Lain, Bima Sakti Kanibal?

Galaksi Tempat Bumi Berada
Bima sakti saat menelan sejumlah galaksi kecil milik galaksi Large Magellanic Cloud (LMC). Foto: Istimewa

Galaksi tempat Bumi berada, Bima Sakti diketahui telah menelan sejumlah galaksi kecil milik galaksi Large Magellanic Cloud (LMC).

Seperti yang diketahui, Large Magellanic Cloud adalah salah satu galaksi yang ada di dekat Bima Sakti. Maka tak heran jika terjadi penggabungan antar galaksi.

Dari peristiwa tersebut, tampaknya galaksi terbentuk dari kombinasi galaksi-galaksi kecil yang ada di sekitarnya. Kejadian tersebut pun merupakan proses umum yang ditemui di alam semesta.

Galaksi Tempat Bumi Berada Memakan Galaksi Lain

Temuan baru yang menunjukkan galaksi Bima Sakti menelan galaksi lain yang ukurannya lebih kecil ini berasal dari data terbaru pada teleskop ruang Gaia.

Sesuai dengan studi yang dilaporkan, pengamatan yang dilakukan sudah termasuk data mengenai pergerakan beberapa galaksi yang jaraknya paling dekat dari Bima Sakti.

Informasi yang didapat dari data pun dibandingkan dengan simulasi yang memperlihatkan pergerakan tersebut. Penelitian ini sendiri dilakukan oleh ahlinya dalam jangka lama.

Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan fakta bahwa empat bintang kerdil ultrafaint serta dua galaksi kecil yang bernama Carina dan Fornax dulunya menjadi bagian dari galaksi Large Magellanic Cloud.

Dengan ukuran yang lebih besar, galaksi tempat Bumi berada ini berhasil memecah galaksi Large Magellanic Cloud karena medan gravitasi yang lebih kuat.

Tertelannya galaksi kecil milik Large Magellanic Cloud oleh Bima Sakti sebenarnya tak terjadi sejak dulu jika dilihat dalam istilah kosmik.

Para peneliti memperkirakan bahwa hal tersebut terjadi dalam kurun waktu sekitar 1 miliar tahun. Bisa dibilang bahwa jangka waktunya pendek karena usia semesta saat ini telah memasuki 13,8 miliar tahun.

Apabila saat ini galaksi Large Magellanic Cloud masih dikelilingi oleh galaksi kerdil, maka bisa dipastikan bahwa sifat populasi satelit Bima Sakti 1 miliar tahun yang lalu berbeda dengan sekarang.

Secara tak langsung, hal tersebut seakan memberikan pemahaman mengenai pembentukan sekaligus evolusi galaksi. Hal ini sebagaimana yang dilaporkan oleh Laura Sales, astronom dari Universitas California.

Hasil penelitian yang dilakukan ini pun telah diterbitkan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society pada awal September lalu.

Galaksi Bima Sakti Melahap Gas Misterius

Tidak hanya diketahui memakan galaksi kecil milik galaksi Large Magellanic Cloud, Bima Sakti ternyata juga melahap sejumlah gas misterius.

Kejadian ini tertangkap teleskop luar angkasa Hubble. Dari peristiwa tersebut, tim astronot menghitung banyaknya massa gas yang masuk dan keluar dari galaksi tempat Bumi berada ini.

Diketahui bahwa massa gas masuk lebih banyak daripada massa gas yang dimuntahkan. Gas yang ada di lingkungannya ini dimangsa untuk membentuk bintang.

Lalu Bima Sakti mengeluarkan gas lagi lewat supernova dan angin bintang. Melalui instrumen Spectrograph Cosmic Origins pada Hubble, peneliti mengumpulkan data dari 270 pandangan.

Para peneliti merasa tertarik dengan awan gas yang pergerakan orbitnya sangat cepat dengan Bima Sakti. Kemunculan awan gas ini sendiri berperan sebagai fitur penyerap sinar ultraviolet yang melalui sisi belakangnya.

Dalam menentukan apakah awan gas tengah masuk atau keluar dari galaksi tempat Bumi berada ini, peneliti memanfaatkan pergeseran Doppler awan.

Pergeseran yang terjadi memperlihatkan awan gas yang menyerap panjang gelombang yang lebih pendek atau lebih panjang.

Dari penelitian yang dilakukan didapat ada 187 awan. Penelitian ini sendiri telah diterbitkan di dalam Astrophysical Journal.

Bima Sakti Disebut Galaksi Kanibal

Di alam semesta ini ternyata ada galaksi-galaksi kanibal yang memangsa galaksi lainnya. Bahkan galaksi tempat Bumi berada ini termasuk salah satu dari sejumlah galaksi kanibal tersebut.

Penemuan baru tersebut diungkapkan oleh tim peneliti yang berasal dari Instituto de Astrofisica de Canarias (IAC), Tenerife, Spanyol.

Dari penelitian yang dilakukannya, Bima Sakti menelan galaksi yang memiliki massa 25% dari ukurannya saat saling bertabrakan.

Penelitian tersebut juga memperlihatkan adanya dua kumpulan bintang dengan warna yang berbeda. Satu dominan warna biru, sementara satunya lagi dominan warna merah.

Ditemukannya dua kumpulan bintang tersebut membuktikan bahwa galaksi Bima Sakti pernah memangsa galaksi lain yang ukurannya lebih kecil.

Sekilas untuk diketahui, galaksi tempat Bumi berada ini diprediksi akan bertabrakan dengan galaksi kanibal lainnya yang bernama Andromeda pada 4,5 miliar tahun mendatang. (R9/HR-Online)

Loading...
Loading...