Gara-gara Isu Macan Tutul Nyaris Terkam Warga, Wilayah di Ciamis Ini Kesulitan Air

isu macan tutul
Ilustrasi Macan Tutul Jawa. Gunung Syawal merupakan salah satu habitat Macan Tutul Jawa. Ada dugaan macan yang dilihat warga di Blok Batu Ngampar, Desa/Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, adalah Macan Tutul Jawa. Foto: Istimewa/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Isu adanya macan tutul di Blok Batu Ngampar Wilayah Pegunungan Desa/Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat membuat geger warga. Pasalnya macan tutul tersebut diisukan nyaris menerkam warga.

Andi, ketua RW 08, Dusun Sindang Hilir, Desa Cipaku, membenarkan adanya isu tersebut. Menurutnya, beredar cerita ada dua orang warga Dusun Sindang Girang yang nyaris diterkam macan tutul.

“Suryana dan Kohar, warga Dusun Girang yang merupakan petugas PAM Desa, awalnya sedang membetulkan air PAM yang berada di Blok Batu Ngampar. Keduanya mengaku melihat macan dari jarak yang cukup dekat,” terang Andi saat ditemui di kediamannya, Sabtu (4/10/2019).

Bahkan, kata dia, isu yang beredar, kantong milik Kohar sempat direbut oleh macan tersebut. “Kalau ada harimau atau sejenisnya di Kawasan Gunung itu pasti benar, tapi kalau macan itu mau menerkam, mungkin itu sebatas isu saja,” kata Andi.

Andi menerangkan, isu adanya macan tutul yang nyaris menerkam warga itu kemungkinan dibuat oleh orang yang tak bertanggung jawab. Motifnya agar si penyebar isu bisa leluasa menggunakan air PAM, dan tidak ada yang berani  mengganggu.

“Mulai hari Rabu isu itu beredar. Gara-gara isu itu tidak ada air lagi mengalir ke wilayah Dusun Sindang Hilir, karena petugasnya takut ada macan seperti yang beredar di masyarakat,” katanya.

Sementara Andi yang juga petugas PAM, mengaku belum bisa memperbaiki saluran air di Blok Sindang Hilir, lantaran sedang fokus memperbaiki lapang voli.

“Kalau saya bukannya takut karena isu yang beredar, namun karena lagi sibuk memperbaiki lapang voli,” terangnya.

Andi menegaskan, adanya macan tutul yang nyaris menerkam warga hanyalah isu. Andi menduga isu itu sengaja disebar agar si penyebar isu bisa leluasa menggunakan air PAM tanpa ada yang mengganggu. (Edji/R7/HR-Online)

Mohon maaf sebelumnya terjadi kesalahan pada foto berita ini. Foto yang terpasang sebelumnya dan saat ini sudah dilakukan perubahan, itu hanyalah sebagai gambar ilustrasi semata atau bukan foto kondisi sesungguhnya yang mencerminkan berita ini.

Pada ilustrasi juga seharusnya gambar macan tutul dan bukan harimau. Karena di Gunung Sawal yang ada hanya macan tutul dan tidak ada harimau.

Demikian klarifikasi dari kami dan kesalahan sudah kami perbaiki. Mohon maaf kepada berbagai pihak yang tidak berkenan atas terjadinya kesalahan tersebut.

Redaksi