Tarik Ucapan Sebelumnya, H. Adang Nyatakan Siap Maju di Pilkada Pangandaran

Pilkada Pangandaran
Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, saat menyampaikan kesiapannya maju di Pilkada Pangandaran tahun 2020, di hadapan pengurus dan kader Partai Golkar Pangandaran, di kantor DPD Partai Golkar Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, secara resmi menyatakan siap maju pada perhelatan Pilkada Pangandaran tahun 2020 dan kembali berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Pangndaran, Jeje Wiradinata.

Pernyataan tersebut sekaligus menarik ucapan sebelumnya yang menyatakan bahwa dia tidak akan mencalonkan kembali pada Pilkada Pangandaran yang rencananya akan digelar pada September 2020 mendatang.

“Kesiapan H. Adang maju kembali di Pilkada disampaikan pada rapat internal Partai Golkar pada Sabtu (12/10/2019) kemarin. Pada rapat itu agendanya khusus untuk mendengarkan secara langsung jawaban H. Adang terkait kesiapan dipasangkan kembali dengan H. Jeje Wiradinata atau pemantapan koalisi PDIP-Partai Golkar di Pilkada Pangandaran,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran, M Taufiq Martin, kepada HR Online, Senin (14/10/2019).

Golkar Hanya Usung H. Adang di Pilkada Pangandaran

Martin mengatakan, pihaknya sebelumnya memberi waktu dua minggu kepada H. Adang untuk berpikir. Karena sebelumnya H. Adang sempat menyatakan tidak akan maju kembali di Pilkada Pangandaran. Bahkan, kata dia, pernyataan itu sudah ditulis oleh berbagai media.

“Mungkin untuk kepentingan masa depan Pangandaran yang lebih baik, akhirnya H. Adang berubah pikiran dan menyatakan siap maju kembali di Pilkada. Memang masa kepemimpinan Jeje-Adang selama 4 tahun terakhir ini sudah dirasakan baik oleh masyarakat, khususnya dalam bidang pembangunan. Jeje-Adang sudah banyak melakukan perubahan untuk Pangandaran,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Martin, pasangan Jeje-Adang harus dilanjutkan kembali pada periode berikutnya, agar seluruh agenda pembangunan yang sudah direncanakan bisa tuntas dengan baik. “Artinya, koalisi yang dibangun saat ini untuk melanjutkan kaolisi sebelumnya. Makanya kami menamai koalisi Jihad jilid 2,”katanya.

Martin menjelaskan, meski sebelumnya pihaknya sudah menyiapkan 3 kader Partai Golkar untuk maju di Pilkada, namun ketika H. Adang memutuskan siap maju, maka tidak ada lagi penjaringan calon.

“H. Adang ini wakil bupati petahana. Artinya, dia paling siap maju di Pilkada dibanding kader Golkar lainnya. Makanya, kami akan mengusulkan hanya satu calon ke DPP Golkar. Sebelumnya kami menyiapkan dua kader untuk maju di Pilkada, hanya sebagai alternatif apabila H. Adang tidak siap maju kembali,” ujarnya.

Jajaki Koalisi dengan Parpol Lain

Martin juga mengatakan pihaknya belum berpikir untuk mempersiapkan deklarasi pasangan Jeje-Adang. Karena saat ini masih intens melakukan komunikasi dengan parpol lainnya.

“Meski koalisi PDIP-Golkar sudah bisa mengusung pasangan calon di Pilkada, tetapi kami ingin pasangan Jeje-Adang diusung oleh banyak parpol. Makanya kita pastikan dulu soal koalisi. Kalau sudah jelas siapa saja parpol pengusung Jeje-Adang, baru berpikir melakukan deklarasi,” terangnya.

Martin juga mengaku optimis pasangan Jeje-Adang kembali meraih kemenangan pada Pilkada Pangandaran 2020 mendatang. “Siapapun lawannya nanti, kami menargetkan kemenangan di atas 60 persen,” ujarnya.

Jeje Sudah Sampaikan ke PDIP Soal Kemungkinan Koalisi Jihad Jilid 2

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyambut baik keputusan H. Adang yang menyatakan siap kembali maju dan berpasangan dengan dirinya di Pilkada Pangandaran 2020 mendatang. Menurutnya, banyak agenda pembangunan di Pangandaran yang belum tuntas, sehingga dirinya bersama H. Adang memiliki tanggunjawab moral untuk menuntaskannya.

“Jadi, dalam konteks ini saya maupun H. Adang tidak berpikir siapa yang harus menjadi calon bupati dan wakil bupatinya, tetapi bagaimana memikirkan agenda pembangunan yang sudah dirancang bisa tuntas dengan baik dan memberikan dampak postif bagi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pangandaran,” ujarnya, kepada awak media, Senin (14/10/2019).

Jeje pun mengaku dirinya sudah melakukan uji kelayakan di DPD PDIP Jawa Barat untuk menempuh syarat menjadi calon bupati yang diusung partai berlambang moncong putih ini. Pada kesempatan itu pun dia mengusulkan kepada PDIP mengenai kemungkinan pasangan Jeje-Adang maju kembali di Pilkada Pangandaran.

“Saya juga sudah mendapat kabar bahwa Partai Golkar ingin kembali mengusung Jeje-Adang di Pilkada Pangandaran. Tentunya kabar itu sangat baik dan mudah-mudahan bisa terlakasana hingga pada waktunya,” ujarnya.

Jeje mengatakan, selama memimpin Pangandaran bersama H. Adang pada 4 tahun terakhir ini, dirasakan saling mengisi satu sama lainnya dan terus kompak dalam menyukseskan setiap program pembangunan yang sudah direncanakan.

“Makanya kami bersama H. Adang dan Partai Golkar-nya terus melakukan komunikasi agar pasangan Jihad jilid 2 ini bisa terwujud. Selain dengan Golkar, kami pun terus berkomunikasi dengan parpol lain. Intinya, kami mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan baik ini, hingga pasangan Jeje-Adang bisa menuntaskan agenda pembangunannya,” pungkasnya. (Madlani/R2/HR-Online)

Loading...