Ini 3 Peserta Terbaik Pelatihan Dokcil di Langkaplancar Pangandaran

Dokcil Langkaplancar
Tiga peserta terbaik pelatihan Dokcil di Puskesmas Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Tiga orang peserta pelatihan Dokter Cilik (Dokcil) di Puskesmas Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, telah terpilih sebagai peserta terbaik.

Dari 58 peserta yang mengikuti pelatihan Dokcil tersebut, dua orang diantaranya akan mewakili Kecamatan Langkaplancar dalam pelatihan Dokcil tingkat Kabupaten Pangandaran.

“Setelah melewati beberapa tahapan pelatihan, panitia memilih 3 siswa terbaik, untuk juara 1 dimenangkan oleh Sri Saripah dari SDN 1 Cimanggu, juara kedua dimenangkan oleh MIN 4 Pangandaran  atas nama Messi Audita Piranti dan juara 3 atas nama  Dinda Almira Nurizati dari SDN 1 Bojongkondang,” terang Yana Taryana, Kepala UPTD Puskesmas Langkaplancar, Kamis (10/10/2019).

Lebih lanjut Yana mengatakan, untuk juara 1 dan juara 2 nantinya akan diikut sertakan dalam pelatihan Dokcil tingkat Kabupaten.

“Untuk juara 1 dan Juara 2 akan menjadi wakil Kecamatan Langkaplancar di pembinaan Dokcil yang akan diselenggarakan di tingkat Kabupaten nantinya,” ujarnya.

Yana berharap perwakilan Dokcil dari kecamatan Langkaplancar mampu bersaing dengan peserta dari kecamatan-kecamatan lainnya.

“Meski Kecamatan Langkaplancar dianggap kecamatan yang terpencil, namun dari segi prestasi kita jangan sampai kalah dengan kecamatan lainnya di kabupaten Pangandaran,” katanya.

Sebelumnya, Puskesmas Langkaplancar memberikan pelatihan Dokcil kepada 58 siswa SD/MI dari 29 sekolah yang ada di wilayah kecamatan Langkaplancar. Pelatihan Dokcil dilaksanakan di aula UPTD Puskesmas Langkaplancar selama 2 hari, mulai tanggal 9-10 Oktober 2019.

Yana mengatakan, Pelatihan Dokcil merupakan program pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas yang ditujukan kepada siswa tingkat Sekolah Dasar.

“Dengan selesainya pelatihan pada hari ini, siswa yang mengikuti diharapkan bisa memberikan contoh kepada siswa lainnya, bagaimana cara hidup bersih dan sehat,” kata Yana.

Menurutnya, pada pelatikan tersebut, peserta juga diberikan contoh bagaimana menjalankan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) kepada dirinya sendiri, keluarga dan teman-teman di sekolahnya.

“Selain itu, peserta juga dilatih agar bisa melaksanakan P3K apabila ada keadaan darurat di sekolahnya masing-masing,” terangnya. (Enceng/R7/HR-Online)

Loading...