IPNU Kota Banjar Berkomitmen Cegah Paham Radikal Masuk Sekolah

Paham Radikal masuk sekolah
IPNU Kota Banjar saat bersama Kapolres Banjar, AKBP. Yulian Perdana. Foto: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Banjar berkomitmen mencegah berbagai paham radikal masuk ke lingkungan sekolah yang ada di Banjar, salah satunya melalui perekrutan anggota baru Banom NU ini.

Ketua IPNU Kota Banjar, Nur Solihin, mengatakan, isu radikalisme yang kini sedang hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan harus direspon dengan cara-cara yang santun.

“Kalau orangnya saya kira tidak salah, justru mereka harus kita rangkul. Tapi pahamnya itu yang harus kita luruskan agar mereka bisa mencintai Negara kita ini dengan sepenuh hati,” kata Solihin kepada Koran HR, Selasa (8/10/2019).

Solihin menambahkan, paham radikal apabila masuk ke pelajar yang ada di sekolah, akan menjadi bom waktu bagi bangsa Indonesia. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan oleh semua pihak terkait di lingkungan pendidikan.

Sebagai wujud nyata dari IPNU, kata Solihin, pihaknya bakal melakukan rekrutmen anggota IPNU yang dilaksanakan per zona atau per kecamatan. Pesertanya adalah pelajar tingkat SMA yang ada tiap kecamatan di Kota Banjar.

“Ini salah satu upaya kita. Selanjutnya kita juga menggandeng Polres dan TNI untuk bersama-sama menumbuhkan rasa cinta kita terhadap NKRI dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar. Rencananya kita akan menggelar kemah pelajar. Mudah-mudahan saja nanti bisa terlaksana dengan baik,” ujar Solihin.

Selain itu, IPNU juga turut menyukseskan Program Citanduy yang digagas Polres Banjar untuk memberikan edukakasi dan pemahaman kepada pelajar agar mereka terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, baik masuknya paham radikal, kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, kekerasan terhadap anak dan lainnya.

“Seperti kejadian kekerasan seksual kemarin yang menimpa para pelajar SD, tentu saja kita sangat prihatin sekali. Karena itu, kita harus bersama-sama bergandengan tangan membentengi anak-anak kita dari berbagai ancaman  yang membahayakan masa depannya,” pungkas Solihin. (Muhafid/Koran HR)