Jakarta ‘Diguncang’ Demonstrasi, Pangandaran Tetap Kondusif

Pelantikan Presiden
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Gelombang demonstrasi yang akhir-akhir ini terjadi di berbagai daerah, termasuk Jakarta, tak terlalu berpengaruh terhadap kondisi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Hal itu ditegaskan Jeje Wiradinata, Bupati Pangandaran. Jeje mengatakan sampai saat ini, di Kabupaten Pangandaran situasi terpantau aman dan kondusif.

“Tidak terpengaruh, kondisi Pangandaran masih kondusif,” kata Jeje, Senin (30/9/201) lalu.

Jeje menuturkan dirinya sudah menerima Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Surat tersebut terkait dengan pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi menimbulkan kekerasan.

Jeje mengaku akan mengkaji surat edaran tersebut, untuk selanjutnya, Jeje juga mengatakan, dirinya bakal melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pangandaran.

“Masih kami kaji, sesuai arahan dari Pemerintah Pusat, kami juga akan berkoordinasi dengan OPD bersangkutan,” katanya.

Jeje kembali menegaskan, Pangandaran merupakan bagian dari NKRI, karena itu Pangandaran juga wajib menjaga keutuhan Negara.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman, mengatakan, Pemkab Pangandaran telah melakukan upaya antisipasi agar para pelajar di Pangandaran kondusif dan tidak terlibat aksi demonstrasi.

“Setelah kami menerima surat edaran itu, kami langsung koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pangandaran,” kata Wawan.

Hasil dari koordinasi tersebut, kata dia, kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pangandaran mengeluarkan Surat Imbauan kepada pihak terkait agar melakukan pemantauan terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah Pangandaran.

“Dari hasil koordinasi kemudian ada Surat Imbauan yang dikeluarkan Kepala Dinas untuk memantau kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Sebelumnya, Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Unjuk Rasa Yang Berpotensi Kekerasan dikeluarkan oleh Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Surat Edaran tersebut dikeluarkan tanggal 27 September 2019 oleh Mendikbud Muhadjir Effendy yang ditujukan kepada Kepala Daerah di seluruh Indonesia, baik Gubernur, Bupati dan Wali Kota juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten maupun kota. (Ceng2/R7/HR-Online)