Kalahkan PSMS Medan 2-0, PSGC Ciamis Tetap Turun Kasta

PSMS Medan
Pertandingan PSGC Ciamis vs PSMS Medan di Stadion Galuh Ciamis, Senin (7/10/2019). Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– PSGC Ciamis berhasil mengalahkan tamunya PSMS Medan 2-0, pada laga lanjutan Liga 2 2019 Wilayah Barat di Stadion Galuh Ciamis, Senin (7/10/2019).

Meskipun menang, PSGC Ciamis tetap turun kasta ke Liga 3, pasalnya pada pertandingan lainnya, Persibat Batang berhasil mengalahkan Cilegon United dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut membuat total raihan poin Persibat menjadi 25 poin dan berada di posisi ke-10 klasemen sementara, dengan dua laga masih tersisa.

Sementara PSGC Ciamis yang berada di posisi 11 hanya berhasil mengumpulkan 19 poin. Walaupun masih ada dua laga tersisa, namun jika pun PSGC berhasil menang pada dua laga selanjutnya, dan Persibat Batang kalah pada laga yang tersisa, nilai maksimal yang bisa diraih PSGC dan Persibat menjadi sama, yakni 25 poin.

Hanya saja PSGC Ciamis kalah head to head dari Persibat Batang. Sehigga dipastikan PSGC bakal menyusul Bandung Blitar United yang lebih dahulu terdegradasi ke Liga 3.

Walau turun kasta ke Liga 3, namun pada pertandingan sore tadi PSGC Ciamis tampil all out, terbukti dengan 2 gol yang dipersembahkan Fabio Marco pada menit ke-40 dan Ferel Ferdianto pada menit ke-65.

PSGC Ciamis sebenarnya masih menyisakan dua pertandingan tandang, yakni melawan PSPS Riau dan PSCS Cilacap. Namun hasil pertandingan tandang tersebut tidak akan mengubah nasib PSGC yang tetap harus degradasi ke Liga 3.

Sejak kick off babak pertama, PSGC Ciamis maupun PSMS Medan sama-sama saling serang. Pemain PSMS begitu rapat menjaga pertahanannya, sehingga butuh kerja ekstra dari pemain PSGC untuk menembusnya.

Baru pada menit ke-35, pemain PSGC, Sahar Tehupelasuri berhasil menjebol gawang PSMS Medan yang dikawal Alponsius Kevlan. Sayangnya, wasit menganulir gol Sahar setelah hakim garis menyatakan Sahar terjebak offside.

Dianulirnya gol Sahar, tidak lantas membuat serangan PSGC mengendur. Arif  ‘Abu’ Budiman dan kawan-kawannya berhasil mengurung pemain PSMS, hasilnya Fabio Marco menjebol gawang PSMS setelah menerima umpan dari Joko Sasongko pada menit ke-40, kedudukan menjadi 1-0.

Serangan balik cepat kemudian diperagakan pemain PSMS Medan, kemelut di depan gawang PSGC tak berhasil dimanfaatkan pemain PSMS Medan, tendangan salah satu pemain PSMS melambung ke atas mistar gawang PSGC yang dijaga Sukasto Effendi.

Hingga peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit Parizon asal Sumatera Barat, kedudukan masih 1-0 untuk kemenangan PSGC Ciamis.

Kick off babak kedua berlangsung, kembali tim PSGC melakukan serangan demi serangan untuk terus menambah gol, para pemain PSMS bekerja keras menghalau setiap serangan yang dibangun pemain PSGC.

Tak ayal sering terjadi benturan antar pemain yang menyebabkan pelanggaran, wasit tidak segan-segan langsung memberikan kartu kuning.

Pelanggaran yang dilakukan pemain PSMS Medan membuahkan tendangan bebas. Ferel Ferdianto berhasil menjebol gawang PSMS Medan lewat tendangan keras dari luar kotak finalti.

Ferel berhasil memanfaatkan umpan bola mati dari Joko Sasongko, sehingga kedudukan berubah menjadi 2-0 tepat pada menit ke-65.

Unggul dua gol dari PSMS Medan, PSGC tidak mengendurkan serangan, namun para pemain PSMS juga terus memberikan perlawanan. Berkali-kali serangan balik dilancarkan pemain PSMS, namun dapat diatasi dengan baik oleh Sukasto Efendi.  

Memasuki menit ke-90 dan tambahan waktu 3 menit, kedua tim masih melakukan saling serang, akan tetapi tidak ada gol tercipta dan keunggulan 2-0 untuk tim PSGC Ciamis bertahan hingga peluit babak kedua dibunyikan wasit.

Pelatih PSMS Medan Akui Pemainnya Tak Bermain Sesuai Rencana

Pelatih PSMS Medan, Jafri Satria, mengatakan permainan yang diperagakan para pemainnya tidak sesuai dengan yang direncanakan, namun Jafri menyebut, hal itu bagian dari resiko yang harus dihadapi.

“Pemain kami sudah bermain bagus, akan tetapi tidak sesuai rencana dan pemain PSGC bermain bagus, sehingga bisa mencuri dua gol dan memenangkan pertandingan. Hasil ini menjadi pelajaran untuk menghadapi dua pertandingan nanti,” ungkapnya.

Lanjut Jafri, PSMS Medan saat ini masih mengincar babak 8 besar, namun persaingan tim papan atas Liga 2 Wilayah Barat sangat ketat.

“Kita masih bisa berharap lolos ke 8 besar dan masih melihat pertandingan tim lain, sebab di papan atas grup, kualitas tim sangat ketat, sehingga timn kami harus terus bermain bagus,” katanya. (Es/R7/HR-Online)