Kecelakaan Maut di Ciamis: Kijang Pecah Ban, Tabrak Gerobak Siomay dan Truk Tronton

kecelakaan di Cihaurbeuti Ciamis
Mobil kijang ringsek setelah menabrak truk tronton di Cihaurbeuti, Ciamis, Rabu (2/10/2019). Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Korban kecelakaan di Jalan Raya Cihaurbeuti, Dusun Kaler, RT 03 RW 02, Desa/Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, yang sempat diberitakan selamat, meninggal saat dalam perawatan, pada Rabu (2/10/2019) sore.

Berita Terkait:Kecelakaan di Cihaurbeuti Ciamis: Pengemudi Kijang Selamat, Padahal Mobilnya Ringsek

Kecelakaan maut di Cihaurbeuti Ciamis tersebut menewaskan Tete Syarifudin (33), warga Dusun Ciawitali RT 02 RW 08, Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kecelakaan berawal ketika Tete mengemudikan mobil kijang dari arah Cihaurbeuti, Ciamis, menuju Rajapolah, Tasikmalaya.

Sesampainya di lokasi kejadian kijang yang dikemudikan Tete mengalami pecah ban depan. Akibatnya, kijang oleng dan menabrak gerobak siomay yang sedang didorong Dede (47) di bagian kiri jalan. Tak sampai di situ, kijang yang dikemudikan Tete tersebut kembali oleng ke arah kiri.

Naas dari arah berlawanan, datang truk tronton yang dikemudikan Eri Sutrisno (26), warga Lingkungan Tanjungsukur, RT 01, RW 17, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Tabrakan pun tak dapat dihindarkan, mobil kijang yang pecah ban tersebut sampai ringsek tak berbentuk. Sementara truk trontron mengalami kerusakan pada bagian depan.

Pada kecelakaan maut di Cihaurbeuti Ciamis tersebut, Eri pengemudi tronton tidak mengalami cedera, namun Tete, pengemudi kijang mengalami luka berat dan dibawa ke Puskesmas Cihaurbeuti Ciamis.

AKP M Bima Gunawan Jauharie, Kasatlantas Polres Ciamis, membenarkan adanya kecelakaan maut di Ciamis, tepatnya di Jalan Raya Cihaurbeuti. Menurutnya,  kecelakaan terjadi lantaran ban mobil kijang yang dikemudikan Tete pecah.

“Iya, kecelakaan di Cihaurbeuti kira-kira pukul setengah sepuluh, karena ban mobil kijang pecah, oleng ke kiri menabrak gerobak siomay, oleng lagi ke kanan dan akhirnya menabrak tronton yang melaju dari arah berlawanan,” ungkap Bima.

Bima mengungkapkan, Tete, pengemudi kijang sempat dibawa ke Puskesmas Cihaurbeuti, lalu dirujuk ke RSUD Ciamis. “Awalnya karena luka berat dibawa ke Puskesmas, dari sana kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ciamis, saat dalam perawatan medis, korban akhirnya meninggal dunia,” terang Bima.

Sementara Dede, penjual siomay yang gerobaknya sempat tertabrak mobil kijang pada kecelakaan maut di Ciamis tersebut, hanya mengalami luka ringan.

Warga Dusun Tengah, RT 04 RW 04, Desa Cihaurbeuti, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis ini memutuskan untuk berobat ke tempat pijat tradisional.

“Korban lainnya penjual siomay hanya luka ringan dan dia memutuskan berobat ke pijat tradisional,” kata Bima.

Bima mengimbau agar para pengemudi senantiasa berhati-hati dalam membawa kendaraan. Terutama agar melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum berangkat, apalagi jika akan bepergian ke tempat jauh.

“Lakukan antisipasi terhadap kendaraan yang akan dibawa. Pertama periksa dulu mesinnya, lalu bannya juga, kalau pecah ban di jalan bisa fatal akibatnya. Di sini nyawa taruhannya. Pemeriksaan di sini berguna untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online)