Air Bertuah di Keramat Eyang Dalem Wirakanta Ciamis

Keramat Eyang Dalem Wirakanta
Bongkahan batu di Keramat Eyang Dalem Wirakanta, di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis. Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Bongkahan batu di Keramat Eyang Dalem Wirakanta, di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, selalu mengeluarkan air. Selain diyakini bertuah, air tersebut juga tidak pernah kering meski kemarau.

Menurut cerita warga setempat, barang siapa meminum air dari Keramat Eyang Dalem Wirakanta, selain keinginan terkabul, orang tersebut juga akan terhindar dari berbagai penyakit.

Ihwan (50), warga Dusun Sukawangun, ketika ditemui Koran HR, di kediamnnya Senin (07/10/2019), mengatakan, Desa Dayeuhluhur memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan jadi Obyek wisata.

Selain itu, kata Ihwan, banyak makam-makam keramat yang erat kaitannya dengan jaman kerajaan jaman dahulu. Salah satunya keramat Eyang Dalem Wirakanta yang hingga saat ini airnya masih diyakini sebagai air bertuah.

“Tempat keramat ini banyak didatangi peziarah. Air di tempat tersebut tidak pernah kering sekalipun musim kemarau. Bila ada yang mengambilnya esok hari sudah penuh kembali,” katanya.

Engkus, juru kunci Keramat Eyang Dalem Wirakanta, menjelaskan, banyak yang meyakini air yang keluar dari batu sebagai air bertuah. Apabila air diminum atau digunakan untuk cuci muka, bisa terhindar dari berbagai penyakit dan keinginan terkabulkan.

Menurut Engkus, para peziarah yang datang ke tempat keramat tersebut, umumnya hanya untuk mengambil air yang keluar dari atas batu. Dengan maksud keinginannya agar bisa terkabul.

“Mereka yang berziarah pada umumnya orang-orang yang ingin naik pangkat,” katanya.

Engkus mengatakan, berziarah atau mengambil air dari atas batu hanya sebatas sare`at (basa Sunda), karena hakekatnya tetap dari Allah SWT.

“Benar atau tidaknya sebagai air bertuah, dikembalikan kepada diri masing-masing (walahu alam),” katanya.

Jajang, warga setempat, mengatakan, para peziarah yang datang pada umumnya dari luar daerah. Menurut informasi yang didapat, berziarah ke keramat tersebut cukup membawa sesaji berupa rujak kelapa muda yang dicampur dengan gula merah.

“Soal mitos sebagai air bertuah, memang benar. Mitos tersebut mungkin disebabkan, adanya air yang keluar dari atas lobang batu. Menurut cerita, selain air, apapun yang ada didalamnya harus diambil. Memang ada anehnya sekalipun air yang ada di dalam  lobang batu dikeringkan dengan lap, tanpa ada yang mengisinya esok harinya sudah kembali penuh,” katanya. (dji/Koran-HR)

Loading...