Waspadai 7 Kesalahan Menyewakan Apartemen Ini Sejak Dini

kesalahan menyewakan apartemen
Ilustrasi perjanjian sewa. Foto: Istimewa

Mengenal kesalahan menyewakan apartemen akan mencegah seseorang dari kerugian besar. Sayangnya, tak sedikit penyewa yang belum menyadari kekeliruan tersebut.

Alih-alih mendapatkan untung, mereka malah merugi akibat ulah orang yang menempati unit maupun kecerobohannya sendiri.

Sebelum menyewakan apartemen, pemilik sebaiknya membekali diri dengan ilmu seputar properti. Sebagai panduan, berikut pejelasannya.

Kesalahan Menyewakan Apartemen

Tak Mencermati Latar Penyewa

Mendapatkan penyewa saat kali pertama merentalkan apartemen memang menggembirakan. Beberapa pemilik pun langsung mengontak orang tersebut. Akan tetapi, ada satu kesalahan menyewakan apartemen yang kadang dilewatkan tak mencermati latar belakang penyewa yang bersangkutan.

Mempersilahkan penyewa tanpa mengetahui asal-usulnya bakal mengundang orang asing ke rumah. Salah satu cara untuk menggali informasi seputar calon penyewa adalah memintanya mengisi formulir meliputi biodata, tempat kerja, hingga alasan mereka memilih unit apartemen tersebut.

Berpikir Properti Akan Selalu Penuh

Memiliki properti kadang membuat seseorang berpikir tempatnya akan selalu penuh. Pola pikir tersebut adalah salah satu kesalahan menyewakan apartemen murah yang sebaiknya dihindari. Seperti kata frasa terkenal, Impian tak seindah kenyataan. Mencegah dinilai lebih baik dibandingkan menyesalinya.

Ada kalanya unit apartemen kosong dalam waktu lama. Pemilik yang membelinya secara kredit jelas panik karena mereka tak mendapatkan pemasukan. Oleh karena itu, pemilik dianjurkan menyediakan cadangan agar bisa membayar tagihan walau apartemen sedang tak diisi.

Mengabaikan Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan

Kesalahan menyewakan apartemen berikutnya terletak pada biaya pemeliharaan dan perawatan. Penyewa memang punya kewajiban membayar iuran, tetapi pemilik juga harus memperhatikan unit apartemen mereka agar nyaman ditempati dan dapat mengundang penyewa baru.

Supaya dana pemeliharaan tetap tersedia, pemilik dapat mengikuti investasi seperti peer-to-peer lending. Dengan begitu, tak ada alasan bagi pemilik apartemen mengabaikan propertinya. Langkah ini pun secara tak langsung akan membuat apartemen jarang sepi.

Tak Menganggapnya sebagai Bisnis

Tujuan pemilik properti menyewakan apartemen mungkin berbeda-beda. Jika tujuannya adalah sebagai berbisnis, pemilik properti tersebut benar-benar harus serius menjalaninya. Bila tidak, akan muncul satu kesalahan menyewakan apartemen yang berakibat fatal pada keuntungan yang diperoleh.

Pemilik apartemen dapat memulai bisnisnya dengan membuat rekening terpisah agar anggaran bisnis tak menyatu dengan kebutuhan sehari-hari. Jangan lupa untuk membayar pajak properti secara berkala kalau tak mau berurusan dengan hukum.

Tak Menyiapkan Kontrak Tertulis

Kontrak adalah hal esensial yang harus disediakan saat mengurus sewa apartemen. Namun, masih ada pemilik yang melakukan kesalahan menyewakan apartemen kota dengan mengabaikan kontrak tertulis. Alasannya beragan dari ketidakpahaman hingga menganggapnya kurang penting.

Kontrak sewa tertulis tak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga bukti kuat seandainya pemilik terlibat masalah hukum dengan penyewa. Maka tak ada ruginya menyiapkan dokumen tadi untuk menghindari kesalahan menyewakan apartemen yang cukup fatal.

Mengabaikan Aturan Sewa

Beberapa pemilik apartemen sengaja tak memberlakukan sewa supaya tak terkesan mengekang. Bagi penyewa, aturan menjadi salah satu pertimbangan untuk menempati apartemen. Namun, menghapus hal tersebut malah akan membahayakan pemilik di kemudian hari.

Aturan sewa mempunyai manfaat seperti mencegah penyewa melakukan pelanggaran hingga menjaga kondisi unit apartemen. Mengabaikannya hanya menciptakan kesalahan menyewakan apartemen bagus dan mengantarkan pemilik pada kerugian.

Tak Menyimpan Interaksi Penting

Interaksi dalam hal ini mencakup percakapan dengan calon penyewa, rekaman telepon, hingga video dari CCTV. Langkah ini memang belum dilakukan banyak pemilik karena dianggap kurang penting dan memicu kesalahan menyewakan apartemen yang tak terduga.

Supaya tak dituduh melanggar privasi, pemilik perlu menanyakan kesediaan calon penyewa saat akan merekam interaksi yang berlangsung. Tindakan tersebut akan membuat mereka sadar bahwa satu atau dua pelanggaran saja akan berpotensi menyeret mereka ke pihak berwajib.

Selain mewaspadai kesalahan, pemilik apartemen pun perlu menyiapkan strategi untuk membuat properti layak dihuni para penyewa. Diskusikan juga dengan sesama pengelola untuk mendapatkan pencerahan kalau sewaktu-waktu melakukan kesalahan menyewakan apartemen. Dengan demikian, kelangsungan bisnis properti tak akan mengalami hambatan besar. (R11/HR-Online)