Kisah Pilu di Balik Kecelakaan di Emplak Pangandaran yang Tewaskan Seorang Pemotor

Kisah Pilu
Sepeda motor terlibat tabrakan dengan mobil Elp Pariwisata di jalan raya Pangandaran-Kalipucang tepatnya di jalur Emplak Dusun Karanggondang RT 04/RW 09 Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (10/10/2019) pagi tadi. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Di balik tragedi tewasnya Daryono, seorang pemotor yang terlibat tabrakan dengan mobil elf parawisata di jalan raya Pangandaran-Kalipucang tepatnya di jalur Emplak Dusun Karanggondang RT 04/RW 09 Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (10/10/2019) pagi tadi, tampaknya terselip sepenggal kisah pilu.

Daryono, warga Dusun Cibadak RT 013/RW 04 Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ternyata baru beberapa bulan ditinggal mati istrinya.

Berita Terkait: Terpeleset Tumpahan Solar di Emplak Pangandaran, Pemotor Tewas Setelah Tabrak Mobil Elf

Setelah istrinya meninggal dunia pada April 2019 lalu, Daryono tinggal bersama anak semata wayangnya bernama Doni (17), yang masih duduk di bangku SMA. Doni kini harus kehilangan kedua orangtuanya yang pergi untuk selama-lamanya hanya dalam selang beberapa bulan dari kepergian pertama ibunya.

Kepala Dusun Cibadak, Desa Emplak, Pendi Jaelani, mengatakan, korban yang kesehariannya sebagai buruh bangunan di proyek perumahan Nelayan Pangandaran ini, belum satu tahun ditinggal mati istrinya. Menurutnya, istri korban meninggal dunia karena sakit pada bulan April 2019 lalu.

“Kami dari pemerintah desa tentunya bersimpatik kepada anaknya Pak Daryono. Dia anak tunggal dan tidak memiliki saudara sekandung. Doni pun kini hidup sendirian setelah ayah dan ibunya meninggal dunia. Memang benar di balik musibah ini ada kisah pilu mengenai nasib dan masa depan anaknya,” ujarnya.

Pihak desa, lanjut Pendi, akan membantu Doni agar bisa meraih cita-citanya dan jangan sampai putus sekolah. “Kami akan membantu semampu kami agar Doni bisa melanjutkan hidup dan meraih masa depannya. Apalagi dia anak yatim yang harus benar-benar dibantu,” katanya.

Sebelumnya, seorang pemotor tewas setelah terlibat tabrakan dengan mobil Microbus atau Elp Pariwisata di jalan raya Pangandaran-Kalipucang tepatnya di jalur Emplak Dusun Karanggondang RT 04/RW 09 Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (10/10/2019) pagi tadi.

Pemotor yang dilaporkan tewas di tempat kejadian dengan kondisi mengenaskan itu diketahui bernama Daryono, warga Dusun Cibadak RT 013/RW 04 Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kepala Dusun Cibadak Desa Emplak Pendi Jaelani, mengatakan, penyebab kecelakaan diduga diakibatkan dari laju sepeda motornya tekor setelah terpeleset akibat ceceran solar yang tumpah di jalan raya.

“Korban terpeleset dan kemudian tabrakan dengan mobil elf parawisata saat melintas di tikungan Emplak. Kami menduga saat belok di tikungan, sepeda motor korban yang datang dari arah Kalipucang terpeleset kemudian tekor ke lajur kanan. Saat bersamaan dari arah berlawanan datang mobil elf Parawisata dan akhirnya tabrakan tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Pendi menambahkan pemotor tewas di tempat kejadian dengan kondisi yang mengenaskan. Saat pertama dievakuasi korban ditemukan sudah berada di bawah mobil elf. Selain itu, sepeda motor supra yang dikendarai korban pun ringsek tak berbentuk.

“Mobil elf juga saat itu tengah melaju dengan kecepatan tinggi. Si sopir rupaya tidak menyangka akan ada sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong ke depannya dan langsung menabrak. Karena terjadi benturan keras yang menyebabkan pemotor tewas dengan kondisi mengenaskan,” terangnya.

Menurut Pendi, saat itu korban hendak berangkat kerja sebagai buruh proyek perumahan Nelayan di Pangandaran. “Memang setiap pagi korban pulang pergi Kalipucang-Pangandaran untuk bekerja di proyek perumahan nelayan,” katanya. (Madlani/R2/HR-Online)

Loading...