Musim Kemarau Bukan Kendala Bagi Petani Anggur di Kota Banjar

Petani Anggur Kota Banjar
Maslan (30), salah seorang petani anggur warga RT.01, RW.04, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menunjukkan buah anggur dari hasil budidaya yang ditanam di halaman rumahnya. Photo : Sugeng Pangestu/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Musim kemarau tidak membuat para petani buah-buahan menyerah, beberapa diantaranya justru semangat dan melakukan uji coba menanam berbagai jenis buah-buahan, seperti yang dilakukan petani anggur di Kota Banjar. Karena menurut sejumlah pakar pertanian bahwa penanaman yang terbaik adalah pada saat musim kemarau.

Seperti dilakukan Maslan (30), salah seorang warga RT.01, RW.04, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang mengembangkan bibit pohon anggur di area sentra pertanian belimbing madu, di Desa Waringinsari.

Menurut Maslan, bertani anggur bisa dikatakan mudah di tengah sulitnya air. Hal itu karena tanaman anggur bisa tetap maksimal dalam berbuah meski dalam kondisi musim kemarau.

Menyirami tanaman anggur cukup dua hari sekali. Sedangkan, mengenai pupuk, Maslan mengaku lebih banyak menggunakan pupuk organik yang terdiri dari pupuk kandang dicampur dengan sekam atau merang.

“Jadi, pupuk yang digunakan juga sangat ekonomis, apalagi kalau memelihara kambing sendiri. Untuk menanamnya pun tidak memerlukan lahan yang luas, lahan sempit juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat budidaya anggur, ini contohnya,” kata Maslan, ketika ditemui kepada HR, di rumahnya, Senin (07/10/2019), sambil memperlihatkan tanaman anggurnya yang sudah berbuah.

Maslan sendiri menanam berbagai jenis tanaman anggur di halaman rumahnya. Diketahui ada sekitar 10 jenis, diantaranya anggur dixon, trans, julian, vera, dan jenis anggur lainnya. Tanaman anggur yang hijau dan merambat dengan buahnya yang menggantung tampak indah memanjakan mata.

Meski tanaman anggurnya sudah berbuah, namun Maslan mengaku belum pernah sampai menjualnya. Karena, keberhasilannya dalam menanam pohon anggur sampai berbuah memuaskan baru 7 bulan terakhir ini, dan dia mendapatkan keilmuannya dari Komunitas Budidaya Pohon Anggur.

“Kalau menjual buahnya saya belum pernah, tapi kalau bibit pohonnya sudah, bahkan terjauh pemesannya dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Memang banyak tamu yang datang ke rumah untuk membeli bibit pohon anggur, sebagian besar mengetahuinya dari media sosial. Mereka tertarik ingin membeli bibit untuk ditanam, apalagi sudah melihat langsung buah anggur yang menggelantung dari pohonnya di tempat saya ini,” kata Maslan.

Bahkan, belum lama ini dirinya juga sudah mengirimkan pesanan 25 bibit pohon anggur ke berbagai daerah. Untuk harga bibitnya bervariasi, dan yang paling banyak diminati adalah dari jenis anggur dixon. Untuk yang sudah siap tanam, Maslan menjualnya seharga Rp200 ribu per pohon dan bergaransi.

Ditemui di tempat yang sama, Kamto (26), warga Kabupaten Ciamis yang hendak membeli bibit pohon anggur, mengaku bahwa dirinya juga menanam berbagai jenis pohon anggur di rumahnya.

Menurutnya, selain halaman rumah menjadi terlihat indah dan cantik, menanam pohon anggur juga bisa menambah penghasilan, minimalnya dapat menikmati buah tanpa harus membeli.

“Saya ke sini mau membeli bibitnya, saya suka melihat pohon anggur yang merambat. Selain halaman rumah menjadi rindang, tentu saja bisa memanjakan mata jika melihat banyaknya buah anggur yang bergelantungan. Saya juga dapat menjual buah atau bibit pohonnya seperti Bapak Maslan ini,” kata Kamto. (Sugeng/Koran HR)