Jelang Musim Hujan, Pedagang Gula di Ciamis Kurangi Stok Pembelian

pedagang gula
Ilustrasi pedagang gula. Foto; Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Pedagang gula di Pasar Manis Ciamis mulai mengurangi stok. Pasalnya, di Bulan Oktober mendatang diprediksi sudah mulai memasuki musim penghujan. Biasanya, omset gula di musim penghujan mengalami penurunan.

Andri, pedagang gula di Pasar Manis Ciamis, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, mengatakan, untuk kebutuhan gula merah stok masih mencukupi. Namun pihaknya mengurangi pembelian dari bandar. Hal itu dikarenakan turunnya omset penjualan.

“Stok masih mencukupi dengan harga jual sekitar Rp. 9000 perkilo untuk gula merah kelapa. Akan tetapi omset penjualan sudah menurun, meski tidak anjlok dan itu menyesuaikan kebutuhan pedagang yang menggunakan bahan bakunya gula merah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Andri, biasanyya kalau sudah mulai memasuki musim penghujan ada pengurangan pembelian. Tidak seperti sekarang, di musim kemarau masih stabil, dirinya dalam seminggu bisa menjual hingga 100 kilogram. Itupun ketika ada borongan beli dari para pedagang rumahan.

“Di musim kemarau kebutuhan gula merah meningkat, karena para penjual es cendol, gado-gado, pecel masih tetap membutuhkan dengan jumlah banyak perharinya. Namun memasuki musim penghujan, Bula Oktober, jelas akan berkurang, karena PKL yang jualan es pasti mengurangi stok membeli gula,” katanya.

Sementara menurut Suyono, bandar gula, mengatakan, penjualan untuk ke pasar tradisional sudah mulai ada penurunan. Hal itu menyusul musim penghujan yang diperkirakan bakal segera datang. Kebutuhan gula merah di musim penghujan beda dengan musim kemarau.

“Produksi masih terus jalan , akan tetapi hasil penjualannya menurun. Hasil dari pengrajin gula saat ini melimpah, namun untuk jual susah. arena para pedagang makanan ringan yang menggunakan bahan bakunya gula turun sampai 50 persen,” ungkapnya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Menurut Suyono, meski ada kemerosotan kebutuhan ketika pasar masih membutuhkan, pihaknya jelas harus tetap melayani. Itupun dengan skala kecil. Karena pengiriman ke pasar tradisional tidak dilakukan setiap hari, melainkan menyesuaikam kebutuhan.

Untuk saat ini, kata Suyono, kebutuhan gula di pasar tardisional bisa dikirim dalam jangka waktu seminggu sekali. Itu masih wajar mengigat masih di musim kemarau. Dan kalau sudah musim penghujan, bisa dua minggu sekali pengiriman. Karena gula tidak bisa disimpan lama, apalagi musim penghujan, dengan cuaca dingin maka gula tidak akan keras.

“Kebutuhan gula merah masih melayani semua pasar tradisional di pulau Jawa. Ketika permintaan banyak kadang tidak terlayani, dalam seminggu 30 ton. Menyesuaikan permintaan pasar dan kalau ke pasar tradisional ketika dua hari mau habis, baru pesen untuk stok. Kalau luar pulau Jawa, sekitar seminggu menjelamg barang habis baru kita kirim,” katanya.

Suyono menambahkan, yang sulit itu ketika pasar membutuhkan barang dengan ukuran dan warna yang berbeda. Sebab ada pasar yang ingin ukuran bulat besar, bentuk batok, bentuk koin, bentuk batre bulat panjang. Meski berbeda, namun harga tetap sama. (es/Koran-HR)

Loading...