Perampok yang Bunuh Guru SMK di Ciamis Ternyata Masih Tetangganya

guru SMK
Pelaku kasus pembunuhan dan perampokan dengan korban guru SMK swasta, saat mendekam di sel tahanan Polsek Panawangan, Minggu (06/10/2019). Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pelaku kasus pembunuhan dan perampokan yang menewaskan seorang guru SMK swasta bernama Rina Suharyati Amalia (46), warga Dusun Cipeuteuy RT 002/RW 001 Desa Girilaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ternyata masih tetangganya.

Pelaku adalah pria berinisial Wn, seorang pengangguran yang masih berstatus lajang. Korban dan pelaku masih satu kampung atau tetanggaan.

Berita terkait: Guru di Ciamis Tewas Dibunuh Rampok, Saat Ditemukan Lehernya Dililit Kain

Perangkat Desa Girilaya Kecamatan Panawangan, Yayat Suyatna, mengatakan, pelaku kini sudah diamankan oleh Polsek Panawangan untuk diminta pertanggungjawabannya di muka hukum. Sebelumnya pelaku ditangkap oleh warga di rumah korban.

“Jadi, setelah warga menemukan korban tewas di kamarnya, kemudian mendapati seorang pria yang ditemukan di kamar sebelah. Saat ditemukan, pria itu seperti pura-pura pingsan dan ketika ditanya oleh warga pun tidak mau menjawab,” ujarnya, kepada HR Online, Minggu (06/10/2019) siang.

Yayat menambahkan ketika dibawa oleh pihak kepolisian, pria yang diduga sebagai pelaku itu harus digotong ke mobil polisi. Namun, ketika berada di kantor Polsek Panawangan, pria itu sudah sadarkan diri dan berada di sel tahanan polsek.

“Kayanya si pelaku pura-pura pingsan. Mungkin takut jadi bulan-bulanan warga,” ujarnya.

Yayat membenarkan bahwa pelaku masih tetanggaan dengan korban. Usia pelaku pun masih muda dan berstatus lajang serta kesehariannya menanggur atau tidak memiliki pekerjaan.

“Namun warga di sini tidak menyangka pria berinisial Wn itu nekad melakukan pencurian dan pembunuhan. Karena dia tidak pernah memiliki riwayat pernah mencuri atau termasuk anak nakal. Kesehariannya sering berada di rumahnya dan tidak pernah macam-macam,” terangnya.

Ketika ditanya kenapa kasus ini bermotif pencurian atau perampokan, Yayat mengatakan, dari informasi yang diperolehnya, di tas pelaku ditemukan sejumlah uang yang diduga milik korban.

“Mengenai berapa nominal uangnya dan bagaimana modusnya, tanyakan saja ke pihak kepolisian. Karena saya tidak berhak menerangkan kronologis kasusnya. Hanya saja, ketika saya menanyakan ke pihak kepolisian, pada kasus pembunuhan ini ada dugaan motif pencurian,” ujarnya.

Menurut Yayat, pelaku dikabarkan masuk ke rumah korban sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Kemudian sekitar pukul 07.00 WIB pelaku ditemukan warga sedang berada di kamar yang bersebelahan dengan kamar korban.

“Memang warga juga heran kenapa pelaku masih berada di rumah korban hingga pukul 7 pagi dan ketika ditemukan pura-pura pingsan. Kalau lihat di film-film atau kasus perampokan lainnya, biasanya si perampok tidak lama berada di lokasi. Tetapi pelaku dalam kasus ini bisa berjam-jam berada di rumah korban,” ujarnya.

Yayat menduga mungkin karena pelaku masih amatir hingga kaget ketika korbannya tewas. “Dugaan kami mungkin dia kaget korbannya sampai meninggal dan takut ketahuan warga. Sehingga dia kebingungan dan akhirnya mengurung di dalam kamar,” ujarnya.    

Menurut Yayat, korban tinggal sendiri di rumahnya karena ditinggal pergi suaminya yang bekerja di luar jawa. Sementara kedua anaknya, kata dia, sekolah dan tinggal di pesantren. “Jadi setiap hari korban sendiri berada di rumahnya. Mungkin hal itu yang dimanfaatkan oleh pelaku,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Risqi Akbar membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut. Menurutnya, kasus tersebut diduga bermotif pencurian dan kekerasan. Pelaku pun sudah dilakukan penangkapan. “Saat ini masih dalam pemeriksaan. Sementara jenazah korban saat ini masih diotopsi di RS Sartika Asih Bandung,” katanya.

Sebelumnya, seorang guru SMK swasta yang juga warga Dusun Cipeuteuy RT 002/RW 001 Desa Girilaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bernama Rina Suharyati Amalia (46), ditemukan tewas di kamarnya dengan kondisi telungkup serta pada bagian lehernya terdapat lilitan kain.

Dari informasi yang dihimpun, korban tewas dibunuh rampok dan ditemukan tewas pada Minggu (06/10/2019) pagi tadi. (Edji/R2/HR-Online)