Persiapan Reaktivasi, PT KAI Mulai Petakan Jalur Rel KA Banjar-Pangandaran

Persiapan Reaktivasi, PT KAI Mulai Petakan Jalur Rel KA Banjar-Pangandaran
Sebagai persiapan reaktivasi, saat ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan pemetaan jalur rel kereta api Kota Banjar-Pangandaran, Jawa Barat yang sudah puluhan tahun tidak berfungsi. Photo : Dok. HR Online.

Sebagai persiapan reaktivasi, saat ini PT KAI (Kereta Api Indonesia) tengah melakukan pemetaan jalur kereta api Banjar-Pangandaran, Provinsi Jawa Barat yang sudah lama tidak berfungsi.

Seperti dilansir Antara, Kamis (03/10/2019), bahwa pemetaan tersebut bertujuan untuk mengecek keberadaan rel kereta api di jalur yang sudah lama tidak dipakai lagi. Termasuk mengecek jembatan, apa masih dapat digunakan atau harus diperbaiki supaya lebih kuat.

“Jalur lama Banjar-Pangandaran sedang dilakukan pemetaan. Selain itu, PT KAI juga melakukan pendataan rumah masyarakat yang perlu dilakukan penertiban, dan mendata berapa pohon yang perlu dilakukan menebangan supaya bisa dilakukan tindakan dalam perencanaan reaktivasi jalur tersebut,” kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro.

Lebih lanjut Edi mengatakan, saat ini PT KAI juga tengah mengecek terowongan yang ada di sepanjang jalur rel dari Stasiun Banjar menuju ke Pangandaran. Diketahui jumlah terowongan tersebut ada empat yang merupakan peninggalan Belanda.

Keberadaan terowongan itu bukan suatu hambatan bagi PT KAI, melainkan akan diperhitungkan kondisinya untuk diketahui apakah masih layak digunakan, atau kontruksinya harus diperkuat.

Edi juga menegaskan, bahwa reaktivasi jalur KA Banjar-Pangandaran ditargetkan bisa secepatnya selesai, seperti halnya daerah lain yang kini mulai dilakukan persiapan reaktivasi jalur KA.

Selain jalur Banjar-Pangandaran, pihak KAI tengah merencanakan untuk reaktivasi jalur KA dari Cibatu-Garut, Bandung-Ciwidey, serta jalur rel Tanjungsari di Kabupaten Sumedang.

Kebutuhan moda transportasi KA semakin hari semakin dibutuhkan oleh masyarakat, karena itulah PT KAI melakukan reaktivasi terhadap jalur rel yang sudah lama mati. (Eva/R3/HR-Online)