Petani Kota Banjar Ini Sukses Kembangkan Budidaya Melon Golden

Petani Kota Banjar Ini Sukses Kembangkan Budidaya Melon Golden
Petani Kota Banjar Ini Sukses Kembangkan Budidaya Melon Golden. Photo : Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Geliat budidaya tanaman buah di Kota Banjar, mulai berkembang. Salah satunya budidaya buah melon golden yang dikembangkan Nana (47), petani mandiri di Dusun Priagung, RT. 7/3, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Berkat keuletannya dalam mengembangkan tanaman buah melon, kini Nana pun sudah bisa memetik hasil panen sebanyak 2,5 ton buah melon jenis golden.

Saat ditemui HR Online di kebun melon golden miliknya, Rabu (09/10/2019), Nana menuturkan, awal mula dirinya membudidayakan buah melon hanya sebatas uji coba tanaman yang ditawarkan salah seorang temannya, yang punya usaha di bidang budidaya tanaman buah.

“Mulanya saya ditawari sama teman usaha. Setelah itu, saya mencoba mengembangkannya sendiri, dan ini adalah yang pertama saya bisa memanen. Alhamdulillah hasilnya bagus,” tuturnya.  

Hasil panen sebanyak itu didapatnya dari lahan seluas sekitar 50 bata, dengan modal bibit yang dibelinya, ditambah dari teman usahanya sebanyak tiga bungkus dengan isi per bungkusnya sebanyak 400 biji.

Untuk harganya, setiap bungkus bibit ia beli seharga Rp 600 ribu per bungkus. Perawatannya pun menggunakan stek pohon. Tekhnik tersebut diterapkan di setiap pohon. Dari biji yang ditanam dapat menghasilkan dua buah melon.

Dia juga mengungkapkan bahwa, di Kota Banjar bibit melon golden masih jarang, makanya Nana mengambilnya dari temannya yang merupakan suplayer di luar kota.

Adapun alasan memilih budidaya jenis melon golden, lanjut Nana, hal itu karena perawatanya lebih mudah dan lebih tahan dari serangan hama.

Selain itu, harganya juga lebih mahal dan rasanya lebih manis, berbeda dengan melon hijau yang mengandung banyak air dan keawetanya pun tidak bisa bertahan lama.

“Kalau dihitung dari pengolahan lahan sampai masa panen sekitar tiga bulan, tapi kalau dari perawatan ya sekitar tujuh puluh dua hari,” terangnya.

Meski terhitung berhasil, namun budidaya melon golden yang dikembangkan selama hampir tiga bulan itu bukan berarti tanpa kendala.

Nana mengungkapkan, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menanam buah melon, diantaranya dari segi perawatan dan pemupukan.

“Ini kan baru pertama masih uji coba, jadi ya banyak pengalaman. Misalnya harus ada saluran air di sekitar tanaman, sementara ini kan belum ada. Jadi yang bagus ya harus ada lab airnya di sekitar tanaman,” katanya.

Pasalnya, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesuburuan tanaman, terlebih saat musim kemarau.

Sedangkan mengenai pemasarannya, ketika musim panen belum begitu ada kendala. Karena, buah melon hasil panen miliknya langsung dipasarkan ke luar kota, diantaranya ke daerah Tangerang.

Nana menambahkan, harga buah melon pada musim panen termasuk stabil. Saat ini harganya dikisaran Rp 9.000-10.000 per kilogramnya.

“Buahnya langsung diambil sama bandar untuk selanjutnya dibawa ke luar kota. Kira-kira ada sekitar 2,5 ton hasil panen yang sekarang ini,” ungkapnya.

Tak hanya budidaya buah melon, Nana pun mengembangkan pepaya jenis California dan berbagai jenis sayuran lainnya.

“Saya berharap ke depan dapat mengembangkan budidaya buah melon jenis golden dengan lahan yang lebih luas. Hasilnya bagus, kalau bisa saya kembangkan lagi biar hasilnya lebih maksimal, syukur-syukur bisa mengangkat perekonomian,” harap Nana. (Muhlisin/R3/HR-Online)