Pilkades Serentak di Pangandaran Telan Biaya Hingga Rp1,9 Miliar

Pilkades Serentak di Pangandaran Telan Biaya Sebesar Rp1,9 Miliar
Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran, saat melakukan sosialisasi Pilkada serentak di Kantor Kecamatan Kalipucang, Rabu (09/10/2019). Photo : Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Sebanyak 68 desa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akan menggelar Pilkades serentak pada 30 November 2019 mendatang. Penyelenggaraan Pilkades tersebut menelan biaya hingga Rp1,9 miliar.

Sekretaris Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran, Tjomi, mengatakan, untuk anggaran Pilkades serentak yang dibantukan ke desa dipastikan berbeda nilainya, disesuaikan dengan jumlah hak pilih di desa masing masing.

“Total anggaran untuk Pilkades serentak secara keseluruhan di 68 desa di Kabupaten Pangandaran ini mencapai 1 miliar 900 juta rupiah,” terangnya, kepada HR Online, usai melaksanakan sosialisasi di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Rabu (09/10/2019).

Lebih lanjut Tjomi mengatakan, dalam sosialisasi Pilkades serentak yang dilaksanakan di setiap kecamatan, pihaknya juga selalu menyampaikan beberapa poin penting mengenai aturan-aturan Pilkades, terutama bagi pegawai desa harus netral.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada bakal calon (balon) kepala desa incumbent agar jangan menggunakan fasilitas desa. Mengingat Pilkades serentak pada November mendatang, 70 persen balon kades berasal dari incumbent.

“Yang paling ditekankan dalam rapat di tiap kecamatan yakni tentang kepanitiaan, mulai dari tahapan hingga pelaksanaan Pilkades. Diharapkan pada pelaksanaan Pilkades nanti semuanya berlangsung jurdil, aman, dan lancar,” tandas Tjomi.

Di tempat yang sama, Camat Kalipucang, Nana Sukarna, mengatakan, di wilayahnya ada 5 desa yang akan menggelar Pilkades serentak, dan semua incumbent ikut nyalon.

Pihak muspika setempat juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan jajaran aparat TNI, Kepolisian, dan BPD masing-masing desa untuk pengawasan.

“Insya Alloh, Pilkades di Kecamatan Kalipucang ini berlangsung aman, tertib, dan jurdil, apalagi saat ini zaman keterbukaan publik, jadi pelaksanaan Pilkades pun pasti transparan,” kata Nana.

Di tempat terpisah, Camat Sidamulih, Dedi, menyebutkan bahwa ada 7 desa di wilayahnya yang akan mengikuti Pilkades serentak. Dari 7 desa yang ikut Pilkades serentak itu didominasi oleh calon dari incumbent.

“Masa kerja semua kepala desa yang ikut di Pilkades nanti akan berakhir pada bulan Oktober dan awal November nanti,” terang Dedi. (Ntang/R3/HR-Online)