Planet yang Lebih Besar dari Bintangnya Ini Mustahil Ada, Tapi Nyatanya Kini Ditemukan

Planet yang Lebih Besar dari Bintangnya
Planet yang lebih besar dari bintangnya. Foto: Istimewa

Para ilmuwan dikejutkan dengan penemuan yang tak terduga mengenai planet yang lebih besar dari bintangnya. Jika berdasarkan berbagai teori proses pembentukan planet, planet tersebut seharusnya tak ada.

Kenyataannya, planet yang dianggap tidak ada tersebut kini ditemukan. Hal ini tentu saja memberi pemahaman baru bagi para ilmuwan.

Sebelum mengulas penemuan ini secara lebih jauh, anda perlu tahu dulu bahwa planet dan bintangnya berjarak 30 tahun cahaya dari Bumi.

Planet yang Lebih Besar dari Bintangnya

Penemuan planet yang ukurannya lebih besar dari bintangnya tersebut sekilas mirip dengan Jupiter. Pada 26 September lalu, planet ini mengorbit bintang yang hanya 12% dari massa Matahari.

Para astronom menduga bahwa kemungkinan ada planet gas besar lain di sistem yang tidak biasa ini. Hanya saja, posisinya yang tersembunyi.

Laporan dari tim peneliti membuktikan bahwa pembentukan planet gas tidak bertahap seperti biasanya. Justru sebaliknya, planet langsung muncul dari gas.

Dijelaskan oleh Juan Carlos Morales sebagai lead author yang berasal dari Institute of Space Studies of Catalonia, planet yang ditemukan mungkin hampir sebesar bintang inangnya.

Dr Morales juga mengatakan bahwa setahun di planet ini berlangsung sekitar 200 hari. Penemuan planet yang lebih besar dari bintangnya ini menambah populasi baru dari planet besar yang mungkin juga ada di sekitar bintang bermasa rendah.

Dr Morales beserta tim mengusulkan ketidakstabilan gravitasi yang ada di dalam cakram gas dan debu bintang muda bisa menyebabkan terbentuknya planet-planet gas besar secara cepat.

Bahkan pembentukan cepat planet gas besar ini bisa terjadi meski bintang induknya sangat kecil. Meski bertentangan dengan teori mengenai proses pembentukan planet, namun temuan tersebut memang nyata.

Bintang Kerdil Merah GJ3512B

Dari penemuan planet ini, bintang dengan jarak 284 triliun kilometer yang dimaksud tersebut adalah bintang kerdil merah jenis M yang memang sangat umum di galaksi kita ini.

Untuk mengikuti peningkatan gravitasi bintang yang dinilai mengakibatkan banyak planet mengorbitnya, para peneliti diketahui menggunakan teleskop di Spanyol dan AS.

Bintang kerdil merah yang diketahui bernama GJ3512B ini mempunyai massa yang lebih besar daripada planet yang mengorbitnya.

Bintang GJ3512B ini sendiri memiliki massa 270 kali lebih besar jika dibandingkan dengan planet. Sementara Matahari memiliki massa 1.050 kali lebih padat daripada planet Jupiter.

Terkait penemuan planet yang lebih besar dari bintangnya, tim astronom internasional sudah melaporkannya pada jurnal Science. Penemuan ini pun langsung mendapatkan respon dari banyak pihak.

Adapun salah satu pihak yang menanggapinya bernama Profesor Peter Wheatley dari University of Warwick di Inggris. Meski tak terlibat, namun ia mengakui bahwa penemuan tersebut sangatlah menarik.

Simulasi Komputer Teori Pembentukan Planet

Untuk menjelaskan teori mengenai terbentuknya planet, para ahli astronomi memanfaatkan simulasi komputer. Dari simulasi komputer ini bisa diketahui planet terbentuk dari awan, disc, gas dan debu yang bergerak mengorbiti bintang muda.

Tak hanya itu, simulasi komputer yang dilakukan juga memperkirakan banyaknya planet berukuran kecil yang berkumpul di sekitar bintang kerdil merah jenis M.

Berkaitan dengan temuan planet yang lebih besar dari bintangnya, profesor University of Bern di Swiss yang adalah penulis laporan Christoph Mordasini mengatakan bahwa di sekitar bintang tersebut seharusnya hanya ada planet yang ukuranya seperti Bumi atau Super-Bumi yang lebih padat.

Adapun salah satu contoh di sistem planet yang sesuai dengan teori tersebut ialah Trappist-1. Untuk diketahui, bintang yang jaraknya 38 km cahaya dari Matahari itu, mempunyai tujuh planet.

Semua planet tersebut pun memiliki massa sama atau hanya lebih kecil sedikit jika dibandingkan dengan Bumi. Namun hal ini berbeda untuk GJ3512B.

GJ3512B adalah planet raksasa yang memiliki massa sekitar setengahnya planet Jupiter. Dengan demikian, bisa diartikan setidaknya satu satuan magnitude lebih besar dibandingkan planet-planet yang diprediksi model teoritis untuk bintang dengan ukuran sekecil itu.

Penemuan planet yang lebih besar dari bintangnya mempertanyakan pemikiran umum mengenai pembentukan planet yang dikenal dengan core accretion. Walau tak sesuai dengan teori yang ada, namun penemuan ini nyata adanya. Anda pun harus mempercayainya.