Manfaatkan Potensi Kelapa Pangandaran, Emak-emak Ini Produksi Sabun VCO

SABUN VCO
Sutarsih, (52), warga Pangandaran yang memproduksi sabun VCO (Virgin Coconut Oil). Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Satu lagi warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memanfaatkan kelapa yang melimpah di daerahnya diolah menjadi sebuah produk. Dia adalah Sutarsih, emak-emak berusia 52 tahun, yang memproduksi sabun VCO (Virgin Coconut Oil) atau mengambil bahan olahannya dari minyak kelapa murni.

Sebelumnya, Asep Ali Imron, warga Kabupaten Pangandaran, menfaatkan batok kelapa yang melimpah di kampung halamannya disulap menjadi barang yang memiliki nilai seni tinggi. Batok kelapa itu dibuat gelas dan teko. Pemasarannya pun sudah tembus ke luar daerah.

Seperti diketahui, Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Jawa Barat. Bahkan di daerah pesisir selatan Jawa Barat ini banyak lahan hektaran yang khusus untuk ditanam pohon kelapa. Maka jangan heran apabila di sekitar daerah pesisir ini banyak ditemukan pabrik gula kelapa.

Kembali membahas Sutarsih. Warga Desa Babakan Kecamatan Pangandaran ini sudah dua tahun bergelut pada bisnis sabun VCO. Dia membuat dua produk sabun, yakni sabun dalam bentuk batang dan cair.

Sabun hasil produksi ibu ini pun sudah dipasarkan ke luar daerah. Malah produk sabun VCO ini sudah dijadikan barang kecantikan wanita. Karena khasiat sabun ini terbukti mampu menghaluskan serta memutihkan kulit.

Kepada awak media, Minggu (20/10/.2019), Sutarsih mengatakan dirinya mengolah sabun mandi VCO masih dengan cara manual dan produksinya pun dikerjakan di rumahnya. Produksi sabun ini masih dengan jumlah skala kecil serta diproduksi apabila ada pesanan dari jaringan konsumen.

“Tapi sekarang saya dibantu oleh tim dari Jakarta. Dan tim ini juga yang membantu dalam pemasaran. Sabun VCO ini seringnya dipesan oleh salon kencantikan wanita. Karena sudah teruji mampu menghaluskan kulit dan banyak konsumen merasakan khasiatnya,” ujarnya.

Menurut Sutarsih, apabila ada order dari luar daerah dan membutuhkan pasokan 150 liter sabun cair VCO, dirinya harus menyiapkan sedikitnya 2000 butir kelapa. Dia mendatangkan ribuan kelapa itu dari kelompok tani di daerah Cigugur Pangandaran.

“Apabila memproduksi 150 liter sabun cair VCO, butuh modal sekitar Rp. 10 juta. Kalau seluruh produk itu terjual, ya bisa mendapat untung dua kali lipat dari modal,” katanya.

Untuk harga kemasan sabun cair, kata dia, dijual dengan harga Rp. 25 ribu sampai Rp. 150 ribu atau tergantung besar dan kecilnya ukuran kemasan. Sementara sabun dalam bentuk batang dijual seharga Rp. 25 ribu per batangnya.

“Tapi proses pembuatan sabun VCO ini tidak mudah dan membutuhkan waktu 14 hari dari awal mengolah sampai berhasil menjadi sabun siap pakai,” ujarnya.

Di tempatnya yang sama, Yenny, rekan Sutarsih yang berperan sebagai marketing penjualan, mengatakan, banyaknya konsumen yang memesan sabun VCO ini karena semua bahannya dibuat dari bahan-bahan alami.

“Memang banyak sabun kecantikan yang berkhasiat menghaluskan dan memutihkan kulit. Tapi bahan sabun tersebut terdapat bahan kimia. Berbeda dengan sabun VCO ini. Meski khasiatnya tidak kalah bagusnya, juga dibuat dari bahan alami,” ujarnya. (Ceng2/R2/HR-Online)

Loading...