Robot NASA di Mars Temukan Oasis Kuno, Tanda-tanda Kehidupan?

robot NASA di Mars
Ilustrasi luar angkasa. Foto: Istimewa

Robot NASA di Mars menemukan oasis kuno yang menjadi titik terang dari sekian banyak penelitian yang telah dilakukan di planet merah tersebut.

Seperti yang diketahui, selama ini para peneliti mencari jawaban apakah planet Mars bisa dihuni atau apakah ada tanda-tanda kehidupan disana.

Penemuan oasis yang sedikit membuka sisi misteri dari planet Mars itu sendiri dilakukan oleh robot NASA yang dinamakan Rover Curiosity.

Temuan oasis kuno tersebut menandakan bahwa ada jejak kehidupan di planet Mars pada masa lampau. Tak heran jika penemuan ini mampu mencuri perhatian dunia.

Robot NASA di Mars Temukan Oasis Kuno

Rover Curiosity NASA menemukan oasis kuno yang diyakini para ilmuwan sudah ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu. Keberadaannya tersebar di Gale Crater.

Dalam kawah yang berupa cekungan selebar 100 mil tersebut, robot NASA menemukan garam asli yang bercampur dengan endapan di bebatuannya.

Diketahui bahwa garam asli yang ditemukan tersebut bukanlah garam meja, akan tetapi garam mineral. Hal ini membuat tak sedikit peneliti yang meyakini ada air asin di planet Mars.

Banyak peneliti yang menyebutkan bahwa indikasinya terjadi lewat proses kristalisasi di area yang basah. Hal tersebut menyebabkan air asin yang ada di kolam-kolam kecil menguap.

Oasis Gale Crater yang ditemukan robot NASA di Mars ini sendiri mempunyai luas sekitar 154 kilometer dengan cekungan yang memiliki tingkat kedalaman sampai 5 kilometer.

Soal asal usulnya, kawah yang bernama Gale Crater tersebut terbentuk karena hantaman dahsyat yang terjadi pada jutaan tahun silam. Lokasinya sendiri dikelilingi oleh pegunungan tinggi yang dinamakan dengan Pegunungan Sharp.

Tak hanya itu, robot Curiosity NASA juga menemukan kumpulan batu sedimen dengan ketinggian sekitar 150 meter yang disebutnya dengan Pulau Sutton.

Saat ini pun para ilmuwan tengah mengeksplorasi lapisan Gale Crater dan Gunung Sharp untuk mempelajari sejarah planet Mars.

Para ilmuwan beropini bahwa planet Mars sudah menjadi danau yang dalam padahal mulanya berupa landskap bawah laut.

Adanya penemuan kolam gaya dangkal bak oasis pun menjadi alasannya. Sebagaimana konfirmasi dari NASA, bawah aliran air mungkin sudah menabrak dinding kawahnya.

Penemuan dari robot NASA di Mars ini telah dimuat dalam jurnal Nature Goescience. Sejumlah fakta yang berhasil terungkap pun tersimpan secara detail dalam jurnal tersebut.

Tanda-Tanda Kehidupan di Mars?

Banyak peneliti yang menganggap apakah penemuan dari robot NASA tersebut membuktikan bahwa ada tanda-tanda kehidupan di Mars sebagaimana yang banyak dipertanyakan selama ini.

Dari temuan yang didapatkan robot NASA di Mars, para penulis menafsirkan bahwa batuan yang kaya akan garam mineral tersebut menjadi bukti kolam air asin dangkal yang melalui proses lama dan pengeringan.

Deposito berperan penting sebagai tanda air yang terbentuk karena fluktuasi iklim saat Mars menjadi gurun beku seperti sekarang ini dari sebelumnya yang lingkungannya lebih basah.

NASA mengungkapkan bahwa fluktuasi iklim mampu mengubah lingkungan yang basah menjadi gurun. Bahkan diakuinya bahwa penelitian sebelumnya sudah menemukan bukti adanya danau air tawar di Mars.

Disamping itu, William Rapin yang berasal dari Caltech mengungkapkan bahwa pihaknya mempelajari Kawah Gale dikarenakan ada catatan unik mengenai perubahan Mars.

Setelah endapan yang ada di kawah mengeras, maka angin akan mengukir batu berlapis ke gunungnya yang menjulang tinggi sebagaimana yang dipijak robot NASA di Mars.

William Rapin juga berspekulasi bahwa Pulau Sutton mungkin mirip dengan danau salin yang ada di Altiplano Amerika Selatan.

Bukan tanpa alasan, spekulasi tersebut lantaran Bumi dan Mars mulanya serupa. Aliran dan sungai mengalir menuju cekungan tertutup yang menyerupai Kawah Gale purba Mars.

Danau yang ada di Altiplano juga dipengaruhi oleh iklim seperti halnya Kawah Gale. Menurut William Rapin, danau Altiplano bisa lebih dangkal dan bahkan mengering selama melewati periode yang lebih kering.

Tak hanya itu, William Rapin juga mengatakan bahwa danau tersebut juga bebas vegetasi sehingga mirip dengan planet Mars.

Namun untuk memastikan bahwa penemuan dari robot NASA di Mars mengenai oasis kuno tersebut yang membuktikan adanya tanda-tanda kehidupan membutuhkan penelitian yang lebih lanjut. (R10/HR-Online)

Loading...
Loading...