Seorang Warga Kawali Ciamis Ditemukan Tewas di Pinggir Selokan

Pinggir Selokan
Ilustrasi seorang warga Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis ditemukan tewas di Pinggir Selokan, Sabtu (26/10/2019). Foto: Istimewa/Net.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Enjen (65), warga RT 19 RW 09, Dusun Babakan, Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, ditemukan tewas di pinggir selokan, Sabtu (26/10/2019) kemarin.

Yayat Priatna, kepada Dusun Babakan, menjelaskan, Enjen pamit kepada istrinya untuk menunggu air yang akan mengairi kolamnya.

“Kalau menurut keterangan istrinya itu, saat itu suaminya (Enjen) sedang menunggu giliran air untuk mengairi kolam yang berada di Blok Lungguh. Karena menjelang waktu Magrib, Enjen belum juga datang, maka istri Enjen kemudian menyusul,” terang Yayat, kepada HR Online (27/10/2019).

Berdasarkan keterangan Entin, istri almarhum, sekitar pukul 18.00 WIB, Enjen ditemukan dengan posisi menyender di pinggir selokan, namun Enjen sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Melihat suaminya sudah meninggal, kata Yayat, sontak istrinya berteriak histeris sehingga warga yang mendengarnya langsung berdatangan ke tempat kejadian perkara.

“DItemukannya pukul enam sore, tapi jasad almarhum baru bisa dibawa ke rumah sekitar pukul setengah tujuh malam, karena membutuhkan tenaga banyak orang untuk  menggotongnya,” kata Yayat.

Pihak keluarga menerima kematian Enjen, sehingga Enjen langsung dimakamkan pada pukul 22.30 WIB.

Sementara Nanang Mutaqin, petugas Puskesmas Kawali, mengatakan, selang tiga hari sebelum meninggal, almarhum sempat memeriksakan diri tentang keluhan yang dideritanya.

“Baru tiga hari lalu almarhum datang ke Puskesmas, saat diperiksa, bilangnya merasa nyeri di bagian dada. Saat itu saya anjurkan untuk dirawat, apalagi ketika diperiksa tekanan darahnya pun terbilang cukup tinggi,” terang Nanang.

Namun, meski telah dianjurkan untuk dirawat, Enjen menolaknya. Menurut Nanang, Enjen malah mengatakan, jika masalah nyeri dada itu sudah biasa baginya.

“Ketika disarankan untuk dirawat, almarhum menolak, alasannya waktu itu dia bilang nyeri dada sudah biasa dia alami,” kata Nanang.

Nanang mengaku, tak menyangka jika 3 hari kemudian Enjen ditemukan tewas di pinggir selokan. Dia menduga ada hubungannya antara nyeri dada yang dikeluhkan Enjen dengan tewasnya Enjen yang tiba-tiba tersebut.  (Edji/R7/HR-Online)

Loading...