Tahun 2019 Banyak Guru di Ciamis Pensiun, DPRD Minta Disdik Lakukan Antisipasi

Guru di Ciamis Pensiun
Ilustrasi guru PNS. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Pada akhir tahun 2019 sekarang, dipastikan banyak Pegawai Negri Sipil (PNS), khususnya kalangan guru dan Kepala Sekolah, mulai dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), banyak yang purnabakti atau pensiun. Banyaknya guru di Ciamis pensiun rupaya mendapat perhatian dari DPRD Ciamis.

Anggota DPRD Ciamis, Sarif Sutiarasa, ketika ditemui Koran HR, Selasa (15/10/2019), meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis segera menyiapkan pengganti agar kekurangan guru dan kepala sekolah bisa diantisipasi.

“Kekurangan guru jelas menjadi masalah nantinya apabila Disdik tidak menyiapkan pengganti bagi kepala sekolah maupun guru yang tahun ini masuk masa pensiun,” ungkapnya.

Menurut Sarif, dari data yang diketahui pihaknya, Guru di Ciamis pensiun di tingkat SD dan SMP kebanyakan merupakan guru bidang, seperti Guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda.

Agar proses belajar mengajar tidak terganggu, lanjut Sarif, Disdik Ciamis sudah harus mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Disdik bisa melakukan penjaringan, terutama untuk posisi kepala sekolah pengganti.

“Kekurangan guru bisa membuat beban bagi pemerintah,” katanya.

Plt Kepala Disdik Kabupaten Ciamis, Andang Firman, ketika dikonfirmasi HR, membenarkan, akhir tahun 2019 ini banyak PNS dari kalangan guru dan kepala sekolah yang memasuki masa purnabakti.

“Untuk penempatan dan pengganti guru harus jelas, tidak bisa sembarangan menempatkan orang,” katanya.

Andang menegaskan, sebelum menerima laporan banyak kalangan guru di Ciamis pensiun, pihaknya sudah menyiapkan dan mengusulkan supaya kekurangan guru dapat teratasi. Dengan begitu tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

“Kami mengusulkan untuk melakukan rotasi dan mutasi ke beberapa sekolah yang memang kelebihan guru bisa pindah mengajar di sekolah yang kekurangan,” jelasnya.

Andang menambahkan, penempatan guru tidak bisa sembarangan, sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan di setiap sekolah. Hal itu supaya untuk guru di SD dan SMP tidak terjadi kekosongan. (es/Koran-HR)     

Loading...