Video Mesum Siswa SMK di Pangandaran Viral di Medsos

siswa SMK di Pangandaran
Adegan video mesum yang diduga pemerannya siswa SMK Negeri 1 Padaherang. Video tersebut belakangan viral di media sosial Facebook. Foto: Screenshoot Facebook

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Beredarnya video mesum yang diduga dilakukan oleh dua orang siswa SMK di Pangandaran, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Padaherang, disesalkan oleh masyarakat. Pelaku video mesum tersebut dianggap kurang mendapatkan pendidikan agama di lingkungan sekolah, sehingga berani berbuat amoral.

Seperti diketahui, video mesum siswa SMK di Pangandaran dimana pemeran wanitanya menggunakan baju seragam Pramuka menuai kecaman dari berbagai pihak. Apalagi video tersebut sempat beredar luas di laman medsos dan menyebar melalui aplikasi pesan instan.

Video mesum yang diduga pemerannya siswa SMK Negeri 1 Padaherang disebarluaskan di sejumlah grup facebook dan kemudian viral. Foto: Screenshoot Facebook

Video berdurasi 40 detik itu mempertontonkan seorang lelaki yang tengah ‘menggarap’ seorang wanita berkerudung yang mengenakan seragam Pramuka. Memang dalam adegannya tidak sampai melakukan hubungan badan.

Salah seorang tokoh masyarakat Padaherang yang juga aktivis LSM Trust Institute, Cahya Novan mengatakan, masyarakat di sekitar sekolah awalnya acuh, tetapi dengan beredarnya video mesum yang pelakunya diduga siswa SMK Negeri 1 Padaherang, masyarakat mulai resah dan merasa miris.

“Kenapa setiap tahun ada saja yang heboh, apa ada yang salah dengan pendidikan keagamaan di SMKN 1 Padaherang ini,” kata Cahya Novan kepada Koran HR, Senin (14/10/2019).

Lebih lanjut, Cahya Novan mengatakan, ke depan harus ada evaluasi terkait pendidikan agama di SMKN 1 Padaherang. Mengingat munculnya kasus asusila dikenal di Medsos dengan dengan sebutan video mesum siswa SMK di Pangandaran itu sangat memalukan.

“Ada yang kurang atau ada yang salah dalam pendidikan keagamaan di SMKN 1 Padaherang, sehingga harus segera diperbaiki,” pungkas Cahya Novan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Humas) SMKN 1 Padaherang, Oo Kosidin, membantah anggapan masyarakat yang menggangap pendidikan agama di sekolahnya kurang. Dia menegaskan pihak sekolah memiliki kegiatan rutin keagamaan.

Selain itu, menurutnya sekolah memfasilitasi Ikatan Remaja Mesjid (IRM) yang memiliki kegiatan seminggu sekali di luar pelajaran Agama. Ada juga pengajian yang dilaksakan pada peringatan hari besar Islam. 

“Ada pembiasaan terkait cara berpakaian, di kelas tidak boleh memakai HP, ada juga pengajian IRMA, cuma memang perlu ditingkatkan lagi inovasi juga intensitasnya, mengingat jumlah siswa tahun ini meningkat,” kata Oo Kosidin saat dikonfirmasi Koran HR, Senin (14/10/2019).

Lebih lanjut Oo Kosidin, menambahkan, adanya kasus video mesum yang dilakukan siswanya, dijadikan pelajaran, agar ke depan tidak lagi terulang kejadian serupa. Pihak sekolah, kata dia, akan meningkatkan kegiatan keagamaan, apalagi jumlah siswa makin bertambah dari 1.500-an siswa, saat ini menjadi sekitar 1.800-an siswa.

“Selain itu kita juga terus meningkatkan kompetensi guru pengajar, memaksimalkan SDM-nya juga, melakukan pembinaan melalui bimbingan dan konseling siswa, ini sebagai ajang introspeksi kami semua,” jelasnya.

Oo Kosidin menambahkan, setelah Ujian Akhir Semester (UAS), pihak sekolah akan melakukan evaluasi mulai dari pembuatan soal, penyampaian bahan ajar kepada siswa, dan penyajian data. Selain itu, siswa juga didorong untuk menyampaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

“Kami sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menyampaikan seputar tata tertib berlalu lintas, bahaya narkoba dan seks bebas di hadapan siswa-siswi. Untuk ke depan bisa juga kita jalin kerjasama bagaimana peran dari media terkait penggunaan Medsos atau yang lainnya. Diharapkan bisa menambah wawasan bagi siswa-siswi kami,” pungkas Oo Kosidin. (R7/Koran-HR)

Aritkel ini sudah dilakukan revisi pada Sabtu (19/10/2019) pukul 10.20 WIB.

Loading...