Wagub Janji Lanjutkan Pembangunan Masjid Monumental Banjarsari Ciamis

Masjid Monumental Banjarsari
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, saat melihat kondisi bangunan Masjid Monumental Banjarsari yang sudah lama terbengkalai. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menyempatkan diri mampir dan melihat kondisi bangunan Masjid Monumental Banjarsari Kabupaten Ciamis yang sudah lama terbengkalai, belum lama ini. Kunjungan singkat ini diakukan usai Wagub mendampingi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menghadiri sejumlah agenda di Pangandaran dan Ciamis.

Uu menuturkan, pihaknya ingin ikut andil dalam pembangunan masjid tersebut. Apalagi, masjid merupakan tempat untuk umat beribadah. Uu juga menjelaskan tiga tugas penting pemimpin atau pemerintah.

“Pertama, berikan kemudahan masyarakat dalam melaksanakan kebutuhan sehari-hari. Kedua, berikan rasa aman dan nyaman. Dan ketiga, kekhusyuan rakyat untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Berarti kalau kita berikan atau membangun tempat ibadah disini, berarti itu sesuai dengan tugas pimpinan,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Uu, pihaknya akan memperjuangkan dan memberikan bantuan untuk melanjutkan pembangunan masjid ini. Supaya masjid ini cepat selesai dan cepat dipergunakan oleh masyarakat Banjarsari.

Mengingat sejarah pembangunan masjid Monumental Banjarsari ini, kata Uu, adalah salah satu program dari Gubernur Jawa Barat terdahulu. Maka dari itu, sebagai pimpinan pihaknya harus meneruskan program pemerintah sebelumnya.

“Jangan sampai pimpinan ini seperti orang yang gali sumur, baru tiga meter tidak ada air   pindah lagi,  tiga meter tidak ada air pindah lagi. Atuh tidak akan mendapatkan air selamanya. Harusnya setelah menggali tiga meter itu teruskan hingga galian sumur itu bisa memunculkan air,” katanya.

Dengan kata lain, lanjut Uu, kalau pemerintah sebelumnya sudah merencanakan masjid ini, dia bersama Kang Emil ada kewajiban untuk meneruskannya. Karena hal yang baik harus diteruskan.

“Kalaupun ada yang kurang pas, mari kita robah sedikit-sedikit demi kemaslahatan semuanya,” katanya.

Disinggung soal jumlah anggaran untuk kelanjutan pembangunan masjid Monumental Banjarsari, Al-Qausain, Uu belum bisa menjelaskan secara terbuka. Namun tidak menutup kemungkinan jika pembangunannya dilakukan langsung oleh Pemprov Jabar.

Sementara itu, Ketua APDESI Banjarsari sekaligus panitia pembangunan masjid, Ramli Mahmud,  mengatakan, pihaknya sangat berharap tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam kelangsungan pembangunan masjid monumental Banjarsari.

“Sebenarnya ini beban bagi kami sebagai panitia. Awalnya pembangunan masjid ini adalah Program Gubernur (Aher). Dimana semua anggaran sepenuhnya sudah ditanggung oleh Pemrov Jabar. Namun sayang, program ini mangkrak akibat habisnya masa jabatan Gubernur (Aher),” katanya.

Maka dari itu, kata Ramli, kedatangan Wagub Jabar, menjadi kesempatan pihaknya untuk menyampaikan aspirasi. Salah satunya adalah menyampaikan harapan tentang kelangsungan pembangunan Masjid Agung Banjarsari.

“Mudah-mudahan Wagub mau mendengar dan bisa melanjutkan program Gubernur sebelumnya,” katanya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Besar Banjarsari, M. Kholil Haedar, mengatakan, Mangkraknya pembangunan masjid monumental Banjarsari Al Qausaen diakibatkan pergantian jabatan Gubernur Jawa Barat yang berimbas terhadap realisasi anggaran pembangunan.

“Selama ini panitia sudah bekerja keras untuk melanjutkan pembangunan masjid ini. Lantaran anggarannya sangat besar, maka panitia pun kewalahan untuk mencarikan anggarannya. Sementara anggaran yang sudah masuk sekitar 1 milyar itu, dulu sudah kami alokasikan untuk pembangunan pondasi,” katanya. (Suherman/Koran-HR)