Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik, Warga Banjar Ini Buat Kerajinan Pot Bunga dari Ijuk

pot bunga
Ahmad Ahmad Nur S (35), warga Dusun Rancabulus, RT.05, RW.03, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menginovasikan ijuk yang biasa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sapu menjadi pot bunga. Photo : Sugeng Pangestu/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Ahmad Nur S (35), warga Dusun Rancabulus, RT.05, RW.03, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menginovasikan ijuk yang biasa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sapu menjadi pot bunga. 

Dia mengaku baru memulai produksi pot bunga dari ijuk. Menurutnya, ijuk merupakan bahan alami yang tepat untuk dijadikan kerajinan berupa pot bunga sebagai pengganti pot plastik.  

“Saya baru saja memulai kerajinan ini, terispirasi dari kegiatan creative hub development yang saya ikuti beberapa waktu lalu di Kota Tasikmalaya,” kata Ahmad, kepada Koran HR, saat ditemui di rumahnya, Selasa (08/10/2019).

Selain ramah lingkungan, alasannya memilih ijuk untuk diinovasikan sebagai pot bunga lantaran bahan alami tersebut sudah dikenal sejak zaman dahulu sebagai barang istimewa, dan dapat digunakan untuk banyak hal, seperti atap tumah, sapu, dan lain sebagainya.

Bahkan, lanjut Ahmad, sejumlah media pernah menuliskan tentang penemuan benda purbakala yang disertai ijuk. Hal itu karena ijuk ramah lingkungan. Sehingga, dirinya pun tertarik untuk memanfaatkan bahan alami itu menjadi sebuah kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.

“Pot bunga dari ijuk sangat tepat untuk dipilih, karena selain ramah lingkungan, juga mudah menyerap air. Selain itu, sirkulasi penyerapan udara dari akar juga lebih mudah, maka tanaman pun akan mudah hidup ketika ditanam,” terangnya.

Teknis pengolahannya juga mudah. Ijuk yang telah diperolehnya itu disortir untuk dipotong sesuai kebutuhan, dan dibentuk sesuai selera. Misalnya membuat bentuk bulatan, maka ijuk ditumpuk beberapa lembar, kemudian digulungkan pada batang pipa paralon, lalu diikat.

Bisa juga ditambahkan sedikit lem supaya lebih mudah dalam pembuatan potnya. Sedangkan, mengenai harganya bervariasi, tergantung tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya. Pot bunga berbahan ijuk yang diproduksi Ahmad paling murah dijual seharga Rp5 ribu.

Ahmad juga mengatakan, inovasi yang dilakukannya itu salah satunya bertujuan untuk mengkapanyekan tentang mencintai lingkungan hidup dan alam sekitarnya, dengan mengurangi penggunaan plastik.

“Mau beli boleh, bikin sendiri juga mudah. Pada intinya saya ingin mengkampayekan tentang mencintai lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan pot plastik,” pungkas Ahmad. (Sugeng/Koran-HR)

Loading...