Akibat Sepi Pembeli, Kios Pasar Baru Banjarsari Ciamis Ditinggalkan Pedagang

Kios Pasar Baru Banjarsari
Kios Pasar Baru Banjarsari Ciamis. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Akibat sepinya pembeli, para pedagang yang mempunyai lapak di pasar baru Banjarsari yang merupakan eks terminal Banjarsari, Kabupaten Ciamis akhirnya meninggalkan kembali kios mereka.

Dari 132 lapak, hanya nampak ada tujuh pedagang saja yang masih bertahan. Itu pun mereka mengaku terpaksa lantaran tidak mempunyai tempat jualan lagi.

Dari wawancara HR dengan beberapa pedagang pasar baru, Senin (04/11/2019), mereka mengaku, sejak berdirinya kios yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah itu, nasib mereka masih terombang-ambing, bahkan tidak jelas penghasilannya.

Yanti, pedagang pakaian ini mengaku sejak dibuka kios baru, dirinya tak pernah mengalami lonjakan pengunjung.

“Boro lonjakan, yang ada setiap harinya paling saya bisa melayani satu atau dua pelanggan saja. Padahal disini saya termasuk pedagang lama. Sudah ada 20 tahunan saya berjualan di pasar Banjarsari. Namun baru kali ini saya mengalami seperti ini,” katanya.

Hal senada dikatakan Darni, pedagang kain kiloan yang masih bertahan jualan di dalam kios baru. Dia mengaku dalam jualan kesehariannya dirinya tidak pernah bisa memenuhi target.

“Sehari-harinya sangat sepi. Paling hanya laku satu atau dua saja. Ini sangat menyiksa. Namun apa boleh buat, saya harus tetap berjualan demi memenuhi kebutuhan. Meski dalam setiap harinya kadang tidak pernah laku satu pun,” terangnya.

Sepinya pengunjung yang datang ke lokasi pasar yang baru membuat para pedagang kembali memutuskan untuk membuka lapak PKL di luar kios pasar baru. Sehingga kesemrawutan pun kembali terjadi.

“Banyak pedagang kain kembali berjualan di luar sana. Jelas akibat mereka kembali berjualan di luar itu sangat berdampak sekali terhadap nasib kami yang masih bertahan berjualan di dalam. Jika boleh usul, tolong kepada pemerintah agar bisa menertibkan para pedagang agar kami bisa bersama-sama mengais rijki di pasar ini,” kata Istiharoh, pedagang mainan anak-anak.

Lapak di kios baru pasar Banjarsari sempat kembali dipenuhi oleh para pedagang sejak Bupati Ciamis melakukan Sidak beberapa pekan kebelakang. Namun hal itu hanya bertahan selama lima hari saja.

Hampir seluruh pedagang terpaksa meninggalkan kembali lapak mereka dan memilih membuka lapak PKL di luar pasar. Bahkan dari pantauan HR di lapangan, ruangan kantor  untuk pengurus pasar yang tersedia pun tak pernah diisi sama sekali. Sehingga bangunan yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah ini terlihat masih bazir.

Sepinya transaksi jual beli yang terjadi di dalam kios pasar baru membuat para pedagang terpaksa memilih tidak menempati kios mereka. Meski satu kios pasar yang berukuran 140 cm tersebut mereka sewa beli dengan harga lumayan mahal. 

Sayang sekali, petugas UPTD Pasar Banjarsari tidak bisa menanggapi bahkan terkesan acuh ketika Koran HR melakukan konfirmasi.

“Untuk urusan itu nanti saja tanyakan kepada Kepala UPTD atau Kasubag yang baru. Sekarang mereka lagi ada acara di Ciamis,” terang staf UPTD Pasar.

Sementara itu, Turehan Astuti, anggota forum masyarakat Kawasen, menilai pembangunan Pasar Banjarsari yang dianggap akan meningkatkan potensi transaksi jual beli justru malah menurun dan cenderung merugikan para pedagang.

“Kami dari Forum masyarakat kawasen menilai bahwa tata kelola pasar yang tidak optimal merupakan satu penyumbat regulasi. Seperti ketertiban yang kurang teratasi serta penataan ruangan yang hanya asal-asalan,” katanya.

Seharusnya, kata Turrhan, Pasar Banjarsari yang merupakan induk jual beli masyarakat Kawasen (Ciamis selatan) ini harus benar-benar dalam penataan dan pengelolaannya. Agar bukan hanya berdiri, namun bagaimana bisa mendongkrak perekonomian masyarakat pedagang pasar.

“Dan kami juga menilai sangat perlu adanya Satpol-PP guna menertibkan PKL yang menempatkan diri bukan pada tempatnya,” katanya.

Termasuk penambahan fasilitas umum lainnya, seperti akses jalan dan pengelolaan sampah yang masih belum optimal. Bila perlu, Bupati berikan tugas khusus kepada UPTD agar kendala pedagang di kios baru Banjarsari ini bisa segera teratasi. (Suherman/Koran HR)

Loading...