Dinkes Gandeng BPK Periksa Hasil Pekerjaan Proyek Pembangunan RSUD Pangandaran

Proyek Pembangunan RSUD Pangandaran
Proyek pembangunan RSUD Pangandaran. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Yani Achmad Marzuki, menegaskan, dalam melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan RSUD Pangandaran pihaknya menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa hasil pekerjaan sebelum dilakukan serah terima.

Langkah itu dilakukan agar kualitas kontruksi bangunan RSUD yang dinamai Pandega Pangandaran ini sesuai dengan perencanaan serta guna menghindari permasalahan hukum di kemudian hari.

“Selain kami menggandeng Tim TP4D Kejaksaan Negeri Ciamis, kami pun melibatkan BPK dalam pengawasan proyek pembangunan RSUD ini. Nanti BPK akan bekerja setelah proyek pembangunan RSUD Pangandaran ini selesai dikerjakan,” ujarnya, kepada HR Online, belum lama ini.

Yani menjelaskan, setelah proyek pembangunan RSUD selesai, tim dari BPK akan melakukan pemeriksaan mulai dari administrasi sampai hasil pengerjaan fisiknya. Pemeriksaan itu dilakukan pada saat proses PHO atau serah terima pekerjaan dari pihak rekanan ke pemerintah daerah sebagai pengguna anggaran proyek.

“Jadi, kalau menurut hasil pemeriksaan BPK bahwa hasil proyek pembangunan RSUD Pangandaran tidak ada masalah, baik secara administrasi maupun kualitas kontruksi, baru akan dilakukan serah terima. Kalau seandainya terdapat masalah, kami akan minta untuk diperbaiki sampai akhirnya semuanya clear,” terangnya.

Pihaknya, lanjut Yani, sudah meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan RSUD agar bekerja secara professional. Hal itu agar kualitas kontruksi yang dihasilkan nanti sesuai apa yang sudah direncanakan.

“Kami juga tekankan untuk tertib administrasi dan menghindari hal-hal yang bisa berdampak pada permasalahan hukum di kemudian hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim Operasional Hutama Karya (HK), Martinus mengatakan, walaupun batas kontrak proyek pembangunan RSUD Pangandaran sampai tanggal 11 Desember 2019, namun pihaknya akan mengusahakan agar pada akhir bulan November atau awal bulan Desember semua progress pekerjaan sudah selesai.

“Karena matrial dominan sudah dipabrikasi, jadi kami optimis sebelum habis masa kalender semua progress pengerjaan sudah selesai. Kalau progress pengerjaan bisa dipercepat nanti sebelum masa kalender habis bisa dilakukan ujicoba dulu. Barangkali ada bagian yang harus diperbaiki sedikit-sedikit,” ungkapnya. (R2/HR-Online)

Loading...