Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBerita TerbaruBuah Paling Beracun di Dunia, Racun Sianida dan Ular Lewat

Buah Paling Beracun di Dunia, Racun Sianida dan Ular Lewat

Buah paling beracun di dunia saat ini disandang oleh Ricinus communis. Jika dilihat dari nama aslinya, orang Indonesia tentu sangat asing dengan buah paling mematikan ini. Padahal, buah beracun ini biasa tumbuh di Tanah Air, yaitu dengan nama tanaman Jarak.

Ya, tanaman Jarak ini sering ditemui di lahan kosong, hutan, serta daerah yang dekat dengan pantai. Namun suga sering diperkembangbiakan dalam perkebunan.

Buah paling beracun di dunia ini termasuk dalam golongan tanaman perdu. Bentuk daunnya tunggal dengan menjari antara 7-9, sedangkan diameternya kisaran 10 sampai 40 cm.  

Di Indonesia sendiri, tanaman Jarak sering dijadikan atau dimanfaatkan sebagai minyak Jarak, yang biasa dipakai di dunia farmasi atau industri.

Jika mengolah dengan benar, maka tanaman Jarak ini sangat bermanfaat untuk mengatasi penyakit kulit, seperti kulit kering, keriput atau jerawat.

Akan tetapi, jika tidak bisa mengolahnya maka akan berbahaya untuk kesehatan, bahkan sangat mematikan. Sehingga tidak salah jika Ricinus communis sebagai buah paling beracun di dunia.

Mengutip dari Nature, buah yang ada di tanaman Jarak ini di dalamnya terkandung risin yang sangat mematikan. Risin merupakan suatu senyawa lektin yang ada di biji tanaman ini.

Risin ini bisa sebagai racun paling ampuh karena hewan bahkan manusia yang mengalami kontak paparan langsung bisa meninggal. Untuk daya toksinnya sendiri sangat kuat. Bebrapa miligram saja bisa menjadi makhluk hidup keracunan berat.

Bahkan, menurut beberapa sumber, buah bentuknya yang hampir sama dengan rambutan ini memiliki kadar racun 6 ribu kali lebih beracun dari sianida.

Efek Buah Paling Beracun di Dunia

Di dunia barat, tanaman beracun ini sering menyebutnya dengan nama “Palm of Christ”. Bahkan di tahun 2007, buah paling beracun di dunia ini masuk dalam Guinness Book of World Records.

Ternyata, selain 6 ribu lebih hebat dari sianida, biji pada Ricinus Communis inbi juga 12.000 lebih beracun dan mematikan dari racun bisa ular.

Mengutip dari Gizmodo, jika Anda menelan empat sampai delapan biji tanaman ini, maka bisa mengakibatkan sensasi terbakar, terutama di tenggorokan serta mulut. Kemudian efek dari buah paling beracun di dunia ini selanjutnya perut mengalami sakit yang teramat sakit.

Jangka waktu 36 jam, maka dapat mengakibatkan diare berdarah. Dan jika tidak segera ditangani maka di hari ketiga sampai kelima orang yang keracunan biji Jarak ini akan meninggal.

Bahkan, menurut berbagai sumber, untuk bubuk risin dengan dosis berukuran beberapa butir garam saja dapat menjadikan orang dewasa kehilangan nyawanya.

Manfaat Buah Beracun

Meski bisa dikatakan sebagai buah paling beracun di dunia, namun tanaman Jarak ini juga sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Bahkan di negara Afrika, mereka mengolahnya dengan menjadikan minyak yang bisa diekspor ke negara Asia, dari India, China sampai Indonesia.

Hasil olahan dari buah paling beracun di dunia ini antara lain pernis, cat, nilon, pelumas pada mesin jet dan lain-lain.

Sementara untuk kesehatan, selain untuk mengatasi penyakit kulit, juga saat ini sedang diteliti dan dikembangkan sebagai obat AIDS serta kanker.

Namun, untuk mengatasi masalah kulit sebaiknya konsultasi terlebih dulu dengan dokter spesialis kulit. Pasalnya, minyak dari tanaman Jarak ini juga bisa mengakibatkan alergi.

Mengutip dari Medical News Today, antibodi pada tubuh akan mendeteksi minyak Jarak ini sebagai zat asing, sehingga itulah yang menyebabkan alergi.

Meski kasusnya sangat sedikit, akan tetapi minyak yang bersumber dari buah paling beracun di dunia ini, bisa membuat timbul bengkak, gatal, ruam, serta iritasi pada kulit. (Adi/R5/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru