Ciamis Masih Kekurangan Tenaga Ahli Pengadaan Barang dan Jasa

tenaga ahli pengadaan barang dan jasa
Diklat dan Ujian Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa di Aula BKPSDM Ciamis, Kamis (21/11/2019), Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kekurangan tenaga ahli pengadaan barang dan jasa. Padahal ada ratusan pekerjaan yang dilelangkan oleh Pemkab Ciamis.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarnya mengatakan, dari total 420 pekerjaan yang dilelangkan, hanya ada 5 tenaga ahli bersertifikat yang mengurusi pengadaan barang/jasa pemerintah.

Hal itu disampaikan Herdiat ketika membuka Diklat dan Ujian Sertifikasi Keahlian Pengadaan Barang/Jasa pemerintah yang diikuti 30 peserta di Aula Gedung Kantor BKPSDM Ciamis, Kamis (21/11/2019).

“Saat ini, Kabupaten Ciamis memang kekurangan tenaga ahli dalam bidang pengadaan barang dan jasa, sehingga dengan adanya Diklat kali ini, ke depan Kabupaten Ciamis tidak kekurangan tenaga ahli. Karena itu, yang sekarang mengikuti Diklat harus berusaha untuk bisa lulus,” Herdiat.

Herdiat berharap peserta Diklat dan Ujian tersebut bisa bersungguh-sungguh dan tidak hanya sekedar mengikuti Diklat.  “Harus bisa lulus dan mendapatkan sertifikat,” katanya. 

Lebih lanjut, Herdiat mengatakan kekurangan tenaga ahli bidang barang dan jasa tidak sebanding dengan ratusan paket pekerjaan yang dilelangkan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis saat ini.

“Tahun 2012 lalu, jangankan ikut Diklat dan Ujian, yang sudah ada rata-rata mundur karena takut tidak mampu melakukan pekerjaan, namun jangan khawatir di bawah kepemimpin Herdiat-Yana sekarang ini, para tenaga ahli silakan bekerja dengan baik,” katanya.

Herdiat menegaskan, tidak ada hal yang bisa mengitervensi tenaga ahli, supaya memenangkan rekanan dalam mendapatkan pekerjaan.

“Saya berharap ke 30 peserta Diklat ini bisa menciptakan rekor dengan kelulusan tertinggi dengan capaian 70 persen dengan nilai terbaik dan untuk para peserta dengan nilai kelulusan terbaik akan mendapatkan reward langsung dari saya pada saat pengumuman kelulusan,” kata Herdiat.

Herdiat menyebutkan untuk peraih nilai tertinggi pertama akan diberi uang Rp 3 juta, kedua Rp 2 juta dan peraih nilai tertinggi ketiga akan mendapatkan Rp 1 juta.

“Saya tidak ingin peserta Diklat ini asal-asalan, harus punya keinginan serius dengan bisa menciptakan kelulusan dengan angka tertinggi, sebab dari dulu ASN Kabupaten Ciamis yang sudah berkali-kali mengikuti Diklat dan Bintek tidak punya keseriusan untuk lulus, hanya sekedar mengikuti saja,” ungkapnya.

Herdiat juga berpesan, peserta yang sudah lulus dan memiliki sertifikat, harus berhati-hati dalam menjalankan pekerjaan.

“Ikuti mekanisme, jangan sekali-kali bermain di luar prosedur, karena pemerintah Kabupaten Ciamis setiap tahun melelangkan pekerjaan 400 sampai 500 paket lelang ditambah dengan pekerjaan Penunjukan Langsung (PL),” katanya.

Herdiat menyebutkan, tahun 2019 ada 420 paket lelang di lingkup Pemkab Ciamis. Pekerjaan tersebut tidak semuanya dilakukan lewat Penunjukkan Langsung.

“Tapi tenaga kerja yang sudah terserfikasi hanya sedikit, sehingga jelas sangat kekurangan tenaga ahli. Namun, meskipun sedikit kita masih menanganinya tanpa harus membawa tenaga ahli dari luar Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (ES/R7/HR-Online)

Loading...