Demam Berdarah Pada Anak, Fase, Gejala dan Penanganannya yang Tepat

Demam berdarah pada anak
Ilustrasi demam berdarah pada anak. Foto: Ist/Net

Timbulnya demam berdarah pada anak disikapi masyarakat dengan segera melakukan penyemprotan fogging. Demam berdarah memang merupakan penyakit yang dipicu oleh kondisi lingkungan yang buruk.

Nyamuk aedes agypty merupakan pembawa virus yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Penyebaran yang cepat dari akibat kondisi lingkungan itulah yang memang harus ditangani.

Apalagi anak-anak yang kondisi tubuhnya umumnya masih lemah menjadi sasaran empuk serangan penyakit ini. Karena itulah saat timbul demam berdarah pada anak maka penyemprotan nyamuk harus segera dilakukan.

Meskipun begitu daya tahan dan sistem imunitas tubuh anak-anak juga tergantung pola asuh orang tuanya. Jika anak mendapat asupan gizi yang proporsional tentunya tidak akan rentan terhada serangan penyakit.

Gejala dan Fase Demam Berdarah Pada Anak

Demam berdarah termasuk jenis penyakit yang bersifat asimtomatis. Tanda penyakit ini sering tidak terlihat atau tidak mudah dikenali. Bahkan tak jarang gejala demam berdarah sering salah atau tidak tepat diagnosisnya.

Demam tinggi yang merupakan tanda penyakit ini lebih sering dianggap demam biasa atau karena flu, serangan batuk dan pilek, ataupun dianggap sebagai tipus. Salah dalam diagnosis tentunya juga bisa menyebabkan pengobatan yang diberikan tidak tepat.

Meskipun demam berdarah pada anak bukanlah penyakit yang berbahaya, namun banyak kasus yang bisa menyebabkan kematian. Ini terutama akibat penanganan yang tidak tepat atau malah terlambat.

Namun tanda atau gejala demam berdarah yang sering terlihat diantaranya nyeri pada sekitar bola mata, sakit pada kepala, tubuh terasa sakit saat digerakkan khususnya pada bagian pinggang,

Selain itu anak juga umumnya mengeluhkan nyeri pada bagian persendian, timbul rasa sakit pada tungkai tubuh khususnya pada awal serangan penyakit ini. Efeknya, anak menjadi lemas dan kesulitan menggerakkan tubuh.

Pertolongan Pertama Demam Berdarah

Demam berdarah bukanlah penyakit yang berbahaya atau tidak dapat disembuhkan. Justru yang penting adalah mengenali gejala dan ciri-ciri demam berdarah agar penanganannya lebih efektif.

Setelah mengenali tanda dan gejala demam berdarah, maka orang tua dapat melakukan tindakan cepat dengan memberikan pertolongan pertama demam berdarah pada anak berikut ini.

Segera berikan air minum dengan jumlah yang agak banyak saat anak diketahui terserang penyakit ini. Sebaiknya gunakan air putih hangat dan lakukan sesering mungkin. Sesekali tambahkan juga air oralit.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan jika anak mengalami demam tinggi, segera lakukan kompres pada bagian kepala, kening, dan bagian ketiak.

Para Bunda juga bisa membuatkan kompres yang dicampurkan dengan bahan herbal. Caranya, tumbuh bawah merah dan campurkan dengan minyak kelapa atau baby oil lalu oleskan pada seluruh tubuh anak.

Meskipun anak mengalami demam yang tinggi sehingga menggigil namun sebaiknya anak tidak diselimuti secara penuh pada seluruh tubuhnya.

Alternatif lain memberikan pertolongan pertama demam berdarah pada anak adalah dengan memberikan asupan air kelapa muda yang dicampur madu dan berikan 3 kali sehari. Herbal ini akan menjadi obat alami yang sangat baik.

Anak yang menderita demam berdarah biasanya akan hilang nafsu makannya. Nah, di sini Bunda bisa memberikan jus buah-buahan yang ditambahkan madu untuk memberikan tenaga dan meningkatkan imunitas tubuh anak.

Setelah berbagai langkah pertolongan diberikan, namun demamnya tidak berkurang dan gejala demam berdarah malah makin parah sampai tiga hari, segera periksakan ke dokter anak untuk penanganan yang lebih tepat.

Sekali lagi, demam berdarah pada anak bukanlah penyakit yang berbahaya. Namun penanganan yang cepat dan tepat akan memudahkan dalam memberikan pengobatan yang efektif. (R9/HR-Online)