Fakta Seram Luar Angkasa Tertangkap Teleskop NASA, Begini Penampakannya

beberapa fakta seram luar angkasa
ilustrasi fakta seram luar angkasa. Foto: Net/Ist

Fakta seram luar angkasa tertangkap teleskop NASA yang bernama Hubble. Terlihat jelas adanya penampakan mengerikan dengan mata bercahaya di pusatnya.

Diketahui ternyata wajah seram tersebut adalah dua galaksi yang sedang mengalami proses merger. Keduanya ada di tengah tabrakan langsung. Di sekelilingnya juga terlihat pencampuran bintang dari tiap galaksi.

Pada dasarnya, tabrakan antar galaksi sudah umum terjadi di alam semesta. Hanya saja, tabrakan langsung seperti dua galaksi tersebut terbilang jarang terjadi.

Tabrakan langsung ini sendiri memunculkan cincin dengan bentuk yang khas. Tampilannya yang menyeramkan pun sering disebut sebagai penampakan hantu luar angkasa.

Fakta Seram Luar Angkasa

Gambar yang berhasil diabadikan teleskop Hubble diketahui bernama Arp-Madore 2026-424. Sistem ini berjarak sekitar 704 juta tahun cahaya dari Bumi.

Mengenai tampilannya, sistem Arp-Madore 2026-424 memiliki penampilan berbentuk kepala yang tidak biasa. Hal tersebut terjadi karena efek turbulent yang berasal dari dua galaksi yang saling bertabrakan.

Objek yang satu ini pertama kali diperlihatkan dalam A Catalogue of Southern Peculiar Galaxies and Association pada tahun 1087 oleh astronom Halton Arp dan Barry Madore.

Fakta seram luar angkasa ini dikenalnya dengan galaksi cincin yang memiliki galaksi bang di bagian tengah ringnya yang tipis. Ring ini sendiri sebenarnya adalah produk collision.

Disamping itu, proses merger yang dialami kedua galaksi diperkirakan menimbulkan gelombang kejut gravitasi. Dimana hal ini bisa mendorong material keluar.

Gelombang pembentukan bintang pun bisa muncul ketika material tersebut bertabrakan dan terkompresi. Fakta seram luar angkasa ini pun bisa membentuk fitur hidung dan wajah dari sistemnya.

Penampakan wajah terbentuk dari lingkaran bintang-bintang muda yang warnanya biru, sedangkan hidung dan mulut sistemnya terbentuk dari kumpulan bintang yang padat.

Meski menyeramkan, namun anda tak perlu khawatir. Hal ini dikarenakan wajah hantu ini tak akan ada di luar angkasa selamanya.

Berdasarkan strukturnya, diperkirakan bahwa penampakan tersebut hanya bisa bertahan selama 100 juta tahun. Sementara untuk penggabungan dua galaksinya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1-2 miliar tahun.

Fakta Tabrakan Antar Galaksi

Untuk membentuk cincin, tabrakan antar galaksi harus terjadi pada orientasi yang tepat. Hal ini dikarenakan tabrakan akan menciptakan tarikan dan regangan piringan gas.

Tak hanya itu, fakta seram luar angkasa tersebut juga berpengaruh terhadap debu dan bintang-bintang galaksinya sehingga mengarah ke luar.

Tabrakan ini bisa melahirkan cincin bintang yang padat. Bahkan bentuknya mirip dengan wajah dan hidung sebagaimana yang dijelaskan di awal.

Perlu untuk anda ketahui, sebenarnya galaksi cincin sangat jarang terjadi. Hanya ada beberapa ratus diantaranya yang ada di lingkungan kosmik yang lebih besar.

Cincin galaksi langka ini pun bukanlah satu-satunya hal yang mempengaruhi pembentukan atau penggabungan galaksi ini terkesan istimewa.

Jika diperhatikan, ukuran kedua galaksi ini hampir sama. Seperti yang diketahui, sebagian besar tabrakan antar galaksi seringkali melibatkan dua galaksi yang ukurannya berbeda.

Pada umumnya, galaksi yang ukurannya lebih besar akan melahap galaksi lain di sekitarnya yang berukuran lebih kecil.

Hal tersebut sebagaimana yang dialami oleh galaksi Bimasakti, tempat planet Bumi berada. Diketahui bahwa Bimasakti termasuk salah satu galaksi kanibal yang memakan galaksi yang ukurannya lebih kecil.

Potret Seram Matahari

Selain fakta seram luar angkasa yang diketahui penampakan wajah dua galaksi yang bertabrakan, NASA juga memperlihatkan potret foto matahari yang tak biasa.

Foto seram matahari yang dipamerkan NASA menjelang Halloween sekilas mirip dengan labu Jack O’Lantern. Ternyata penampakan matahari yang menyeramkan tersebut terjadi pada 8 Oktober 2014.

Dalam keterangan foto yang diunggahnya di akun Twitter resminya, NASA menuliskan bahwa penampakan matahari tersebut tertangkap oleh sinar ultraviolet yang ada di satelit Solar Dynamic Observatory.

NASA juga menjelaskan lebih lanjut bahwa gambar seram matahari tersebut sebenarnya adalah perpaduan antara dua foto yang diambil dengan panjang cahaya yang berbeda.

Daerah aktifnya lebih terang karena cahaya dan energi yang dipancarkan lebih banyak. Meski terkesan menyeramkan, namun hal tersebut mengundang antusias publik.

Tak bisa dipungkiri bahwa ada banyak fakta seram luar angkasa yang sangat mencuri perhatian. Beberapa diantaranya yaitu penampakan tabrakan antar galaksi dan potret matahari yang seperti labu Halloween. (R10/HR-Online)

Loading...