Google Beli Fitbit Senilai Rp 29 Triliun, Bagaimana Privasi Data Pengguna?

Google Beli Fitbit
Produk fitbit. Foto: Istimewa

Google beli Fitbit belum lama ini, tepatnya pada Jumat, 1 November 2019. Kabar tersebut pun sudah secara resmi diumumkan.

Diketahui bahwa Google mengakuisisi perusahaan perangkat wearable Fitbit dengan nilai transaksi 2,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 29,3 triliun.

Dengan biaya tersebut, langkah Google dalam mengakuisisi Fitbit dinilai sebagai salah satu akuisisi terbesar yang dilakukan Google.

Google Beli Fitbit

Rick Osterloh selaku Senior Vice President bidang Perangkat dan Layanan menjelaskan bahwa akuisisi Fitbit dilakukan sebagai bentuk investasi yang lebih banyak dalam bidang Wear OS.

Langkah ini diambil seiring dengan diperkenalkannya produk wearable Made Google. Terkait akuisisi ini, pihak Fitbit memastikan bahwa keamanan datanya tetap terjamin.

Perusahaan Fitbit tetap menerapkan sistem privasi untuk data kesehatan dan kebugarannya. Pihaknya menjamin bahwa iklan Google tak akan memanfaatkan hal tersebut.

Langkah akuisisi Google beli Fitbit dinilai tepat. Seperti yang diketahui, selama bertahun-tahun lamanya, Google memang menekuni pasar wearable dengan menghadirkan Wear OS miliknya.

Rick juga menyebut bahwa Fitbit sudah menjadi pelopor dan berpengalaman dalam industri wearable. Dalam akuisisi ini, Google akan bekerja sama dengan Fitbit untuk menciptakan produk yang menarik.

Bersama tim ahli Fitbit, Google akan berkutat dengan hardware dan software. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memadukan AI atau kecerdasan buatan.

Setelah mengakuisisi Fitbit, Google akan lebih serius dalam menekuni bisnis wearable, seperti jam tangan smartwatch dan gelang pintar.

Google siap bersaing dengan para kompetitornya, seperti Apple yang saat ini memang mendominasi pasaran wearable.

Perjanjian Akuisisi Google Terhadap Fitbit

Dalam langkah Google beli Fitbit, terdapat perjanjian akuisisi. Dimana Fitbit akan menjadi anak perusahaan milik perusahaan raksasa, Google.

Dengan dilakukannya akuisisi, maka Google bisa mengembangkan Wear OS yang jauh lebih kuat. Tak mengherankan karena Fitbit memiliki perangkat keras yang berkualitas.

Selama ini kita tahu bahwa Google telah menghadirkan produk hardware, seperti Pixel. Hanya saja, sampai saat ini belum mempunyai portofolio smartwatch atau gelang pintar.

Tak hanya itu, Google juga sempat menciptakan perangkat wearable, seperti Google Glass, namun sayangnya produk tersebut tak dipasarkan.

Bahkan sistem operasi Wear OS yang dibuatnya masih dibilang kalah telak jika dibandingkan dengan Fitbit, Fossil, dan Samsung. Tak heran jika Google beli Fitbit untuk mengatasi ketertinggalan yang dialaminya tersebut.

Selain menguntungkan untuk pihak Google, akuisisi juga memberi manfaat pada Fitbit. Hal ini dikarenakan produk Fitbit akan semakin cerdas dan akurat.

Dalam hal ini, Fitbit bisa menggunakan perangkat lunak yang dibuat oleh Google. Berkat sumber daya tersebut, inovasi wearable dari Fitbit bisa berkembang pesat.

James Park selaku Co-founder sekaligus CEO Fitbit percaya bahwa akuisisi ini nantinya membuat siapa saja dapat mengakses kesehatan secara mudah.

Daftar Akuisisi Google

Nilai akuisisi Google beli Fitbit terbilang fantastis. Namun nyatanya masih ada beberapa akuisisi termahal lainnya yang pernah dilakukan Google.

Adapun salah satunya yaitu YouTube. Untuk mengambil alih YouTube, Google harus merogoh kocek sedalam $1.65 miliar atau setara dengan Rp 21 triliun.

Tak mengherankan karena selama ini kita tahu bahwa YouTube memang menjadi situs berbagi video yang paling besar di dunia.

Selain YouTube, perusahaan Google juga pernah mengakuisisi Motorola dengan biaya $12,5 miliar atau sekitar Rp 166 triliun.

Bahkan akuisisi Google terhadap Motorola yang dilakukan pada tahun 2011 ini termasuk akuisisi terbesar dalam sejarah Google.

Meski nilai yang perlu dikeluarkan sangat fantastis, namun beberapa tahun kemudian perusahaan raksasa Google menjual Motorola. Sementara misi Google beli Fitbit belum diprediksi kemana arah bisnisnya.

Nilai akuisisi yang tinggi juga disandang Nest Labs. Untuk membeli perusahaan Nest Labs, Google harus membayar $3.20 miliar atau berkisar Rp 42 triliun.

Nest Labs itu sendiri adalah produsen thermostat pintar yang terprogram. Nest Labs ini bisa mengatur tingkat pemanasan ruangan, deteksi atap dan lain sebagainya yang berkaitan dengan sistem keamanan.

Disamping itu, ternyata Google juga pernah mengakuisisi Waze, HTC, DoubleClick, Apigee, ITA Software, Postini, AdMob, dan berbagai perusahaan lainnya.

Langkah Google beli Fitbit termasuk salah satu akuisisi termahal yang pernah dilakukannya. Diharapkan langkah yang diambil perusahaan ternama ini bisa memberikan lebih banyak manfaat kepada konsumen. (10/HR-Online)

Loading...