Hewan yang Bisa Mendeteksi Gempa Menurut Ilmuwan, Apa Saja?

hewan yang bisa mendeteksi gempa
Hewan yang bisa mendeteksi gempa. Foto: Istimewa

Ilmuwan Amerika Serikat menyebut bahwa kucing adalah hewan yang bisa mendeteksi gempa. Diketahui, ilmuwan tersebut bernama Celeste Labedz, pakar cryoseismologi dari Nebraska.

Informasi ini tersebar luas setelah Celeste membuat thread di Twitter yang menuliskan bahwa kucing berperan penting sebagai early warning system untuk gempa.

Padahal seperti yang diketahui, datangnya bencana alam sulit untuk diprediksi, termasuk gempa bumi. Namun tanpa disadari, kucing selalu bersikap aneh ketika gempa akan terjadi.

Sejak sepekan sebelum terjadi gempa, kucing akan merasa lebih tertekan dan memperlihatkan perilaku yang tak biasa. Mulai dari gemetaran, gelisah, dan bahkan melarikan diri.

Hewan yang Bisa Mendeteksi Gempa Menurut Ilmuwan

Dalam thread di akun Twitter miliknya, Celeste mengungkapkan bahwa selama ini para ilmuwan tengah berupaya untuk memperbarui rancangan early warning system gempa yang berkaitan dengan hewan.

Sebenarnya sudah sejak dulu terpikirkan apakah hewan bisa deteksi bencana alam jika melihat reaksi aneh yang diperlihatkan sebelum peristiwa terjadi.

Menurut Celeste, ada banyak hewan yang lebih peka terhadap getaran kecil jika dibandingkan dengan manusia. Dalam hal ini, kucing dinilai sebagai hewan yang lebih sensitif terhadap getaran.

Tak hanya mengungkapkan hal tersebut, Celeste juga melontarkan candaan dengan menuliskan idenya untuk menjadikan kucing sebagai hewan yang bisa mendeteksi gempa.

Dalam idenya ini, Celeste ingin memasang gelang Fitbit di kalung leher kucing. Dimana gelang ini akan terhubung dengan smartphone ataupun laptop.

Tak tanggung-tanggung, dalam idenya ini, Celeste ingin melibatkan lebih dari 2 juta kucing di Amerika agar mendapatkan perhitungan yang lebih akurat.

Mengenai sistem kerjanya, ketika kucing merasakan ada getaran yang berpotensi gempa, Fitbit akan langsung mengirimkan sinyal lonjakan aktivitas ke perangkat yang digunakan.

Ide yang dimilikinya ini akan dinamakan dengan Pet-based Urban Rapid Response to Shaking: PURSS. Meski terkesan humor semata, namun ide tersebut dilandasi dengan dasar ilmiah.

Bahkan ide yang ditulis Celeste ini mendapatkan sambutan yang positif dari netizen. Apa yang disampaikan Celeste dinilai kreatif dan masuk akal.

Hewan yang Bisa Mendeteksi Gempa Selain Kucing

Perlu untuk anda ketahui, kucing tak hanya lebih peka terhadap getaran, akan tetapi juga memiliki jangkauan pendengaran yang lebih luas daripada manusia.

Lebih dari itu, kucing ternyata juga bisa deteksi perubahan tekanan atmosfer, deformasi tanah, dan gravitasi. Tak heran jika kucing mampu mencuri perhatian ilmuwan.

Namun tahukah anda bahwa ternyata ada beberapa hewan lainnya yang juga diyakini bisa mendeteksi gempa bumi. Berikut beberapa hewan tersebut.

Katak

Selain kucing, ternyata katak juga bisa mendeteksi dini gempa bumi. Pada tahun 2009, ilmuwan tengah mengamati kebiasaan hewan yang bisa mendeteksi gempa ini di Italia.

Selang 3 hari sebelum terjadi gempa berkekuatan 5,9 melanda kota L’Aquila, katak tak lagi ditemukan di kolam yang biasa ditempatinya.

Ilmuwan menyebut bahwa katak-katak telah berpindah ke tempat yang lebih tinggi. Katak diyakini sudah merasakan keanehan terkait partikel bermuatan maupun gas di Bumi.

Tak hanya di Italia, katak juga dianggap sebagai pendeteksi dini gempa di Sichuan, China. Pada tahun 2008, wilayah ini dilanda gempa dengan skala 7,9 SR.

3 hari sebelumnya, ada satu desa yang jalanannya dibanjiri dengan ribuan katak tanpa sebab. Diyakini bahwa katak-katak tersebut sudah merasakan ada bencana yang akan terjadi.

Sapi

Beruntunglah anda yang punya sapi karena hewan ini dipercaya bisa mendeteksi gempa bumi. Sebelum gempa terjadi, sapi akan mengalami penurunan produksi susu secara drastis.

Hewan yang bisa mendeteksi gempa ini memang diyakini memiliki sensitifitas yang tinggi terkait datangnya bencana alam. Bahkan deteksinya bisa dirasakan jauh-jauh hari.

Semut

Hewan lainnya yang juga bisa mendeteksi gempa bumi yaitu semut. Hewan yang kecil ini akan meninggalkan gundukan sarangnya saat gempa akan terjadi.

Kebiasaan tak biasa ini dilakukan semut saat malam hari. Padahal, semut biasa beraktivitas saat siang hari. Keluar dari sarang ketika malam hari bisa mengancam nyawanya karena beresiko dimangsa predator.

Terkait benar atau tidaknya yang menyebut semut sebagai hewan pendeteksi gempa, para peneliti yang berasal dari University of Duisberg-Essen di Jerman pun mendalaminya.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 15.000 gundukan semut yang ada di kawasan rawan gempa di Jerman. Semut dilacak selama 24 jam 7 hari.

Hasilnya, semut ternyata termasuk hewan yang bisa mendeteksi gempa berkekuatan 2,0 SR yang tak bisa dirasakan manusia. Semut diyakini memiliki kemampuan dalam merasakan perubahan karbon dioksida dan medan magnet Bumi. (R10/HR-Online)

Loading...