iPhone Rekondisi dan iPhone Asli, Ini Perbedaannya

iPhone rekondisi dan iPhone asli juga dapat diketahui dari harga yang dibandrol jauh lebih murah dibandingkan dengan iPhone asli. Di Indonesia, iPhone rekondisi memang punya banyak peminat jika dibandingkan dengan iPhone asli yang dijual bekas, meskipun iPhone rekondisi punya banyak kelemahan yang kerap dikeluhkan penggunanya.
iPhone rekondisi dan iPhone asli juga dapat diketahui dari harga yang dibandrol jauh lebih murah dibandingkan dengan iPhone asli.

iPhone rekondisi dan iPhone asli juga dapat diketahui dari harga yang dibandrol jauh lebih murah dibandingkan dengan iPhone asli. Di Indonesia, iPhone rekondisi memang punya banyak peminat jika dibandingkan dengan iPhone asli yang dijual bekas, meskipun iPhone rekondisi punya banyak kelemahan yang kerap dikeluhkan penggunanya.

Untuk membedakan iPhone rekondisi dan iPhone asli secara fisik juga bisa diketahui dari komponennya yang tentu saja palsu. Dirangkum dari berbagai sumber, sejumlah fitur pun dilaporkan malfungsi, seperti LCD mati, baterai bocor, atau di bagian kameranya yang tak berfungsi.

Lalu, bagaimana cara membedakan antara iPhone rekondisi dengan yang asli? Berikut ini ulasan lengkapnya.

Perbedaan iPhone Rekondisi dan Asli

Logo

iPhone yang asli punya logo buah Apple yang di bagian sisi kanan punggungnya terlihat seperti tergigit. Tetapi, banyak pelaku pemalsuan yang menempelkan logo Apple abal-abal supaya terlihat seperti logo milik iPhone asli.

Untuk membedakan asli atau palsunya bisa dengan cara meraba bagian logo dan casing. Jika terasa ada yang berubah pada tekstur logo dan casing, kemungkinan iPhone yang kamu pegang merupakan rekondisi.

Tombol Fisik

Cara membedakan iPhone rekondisi dan iPhone asli berikutnya adalah dengan memastikan tombol fisik, terutama pada tombol wake/sleep di sisi kanan atas, dan tombol volume berada di sisi kiri. Kalau ternyata fungsi tombol tersebut tak sesuai letaknya, hal itu patut dicurigai.

Namun kamu juga harus hati-hati, karena ada juga iPhone palsu yang menyimpan tombol fisiknya itu nyaris sama seperti yang ada pada iPhone asli.

Untuk memastikan asli apa palsunya, coba kamu tekan secara berulang, lalu rasakan pula kualitasnya. Karena biasanya iPhone rekondisi memiliki kualitas yang buruk dan pada saat ditekan terasa tidak pas.

Layar

Layar iPhone yang asli tentunya lebih jernih, tidak pixelated karena retina display yang digunakan memiliki kerapatan pixel lebih tinggi, sehingga layar tampak lebih tajam dan kaya akan warna.

Berbeda dengan layar iPhone rekondisi yang terlihat kusam lantaran komponen yang digunakannya murah. Untuk memastikannya, coba gerakan layar home secara cepat dari kanan ke kiri. Kalau terjadi lag, bisa dipastikan iPhone tersebut adalah palsu.

Slot Kartu SIM

Cara membedakan iPhone rekondisi dan iPhone asli bisa dilihat dari slot kartu SIM. Karena, iPhone yang asli hanya punya 1 slot kartu SIM. Jika si penjual iPhone mengatakan bahwa iPhone bisa gunakan dual SIM secara bersamaan, lebih baik kamu tinggalkan. Selain itu, iPhone yang asli juga tidak punya slot untuk memori internal.

IMEI

Cek nomor IMEI terlebih dahulu karena itu sangat penting. Untuk melihat nomor IMEI, ketik nomor IMEI yang ada pada iPhone tersebut dengan melakukan panggilang melalui *#06#, atau bisa langsung ke menu setting-general-about phone.

Selanjutnya, untuk verifikasinya dilakukan pada laman resmi Apple dengan cara masukan nomor seri hardware IMEI. Apabila muncul keterangan “invalid”, besar kemungkinan bahwa iPhone tersebut rekondisi.

iOS bukan Android

iPhone yang asli pasti menggunakan iOS sebagai sistem operasinya. Untuk mengetahui bahwa iOS tersebut berfungsi maksimal, pastikan terlebih dahulu Siri sebagai asisten virtualnya berfungsi.

Kemudian, pastikan pula iTunes berjalan dengan baik. Caranya, koneksikan iPhone ke komputer, lalu jalankan iTunes. Jika iTunes tidak bisa mengenali perangkat itu berarti iPhone tersebut palsu.

Selain cara tersebut, kamu juga bisa mengecek aplikasi bawaan bawaannya, seperti Setting, Compact, Musik, Photo, dan Compass. Kalau ternyata salah satunya ada yang hilang, kemungkinan iPhone tersebut sudah di-jailbreak.

Cek Kemampuan Multitasking

iPhone rekondisi dan iPhone asli bisa dibedakan melalui kemampuan multitasking. Untuk mengeceknya, lakukan multitasking dengan cara buka beberapa aplikasi secara bersamaan.

Kalau iPhone rekondisi biasanya bakal kesulitan untuk menjalankan dua aplikasi dalam waktu yang sama. Tapi sebaliknya, iPhone asli bisa berjalan mulus meskipun di latar belakang banyak aplikasi yang terbuka.

Cek Kamera

iPhone merupakan salah satu smartphone dengan kualitas baik yang memiliki ciri khas tersendiri. Apabila hasil jepretan kameranya tak sebagus iPhone asli, maka bisa dikatakan iPhone tersebut adalah palsu.

Untuk lebih meyakinkan, coba kembalikan ke sistem mode pabrik. Kalau aplikasi tersebut ternyata tidak ada maka dipastikan iPhone itu palsu.

Sekrup

Cara mengecek iPhone palsu atau asli melalui sekrup memang cukup sulit untuk dilihat lantaran dibutuhkan kejelian, dan tentunya harus dibongkar terlebih dahulu.

Biasanya iPhone asli menggunakan sekrup pentalobe yang resmi digunakan Apple pada produk-produknya sejak 2009 silam yang dikenal dengan sebutan Pentalobular Security Screws. Sedangkan, iPhone palsu biasanya memakai sekrup biasa.

Harga

iPhone rekondisi dan iPhone asli bisa dibedakan dari harganya yang dibandrol sangat murah, bahkan lebih murah dari harga iPhone bekas yang asli. Dalam hal ini, sebagai penjual yang tidak berani memberikan garansi ke UPS layanan. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...