Isu Pencekalan Rizieq Shihab, Santri dan Ulama Ciamis Turun Gunung

Pencekalan Rizieq Shihab
Sejumlah mahasiswa dan santri beserta ulama 'turun gunung' melakukan aksi di Alun-alun Ciamis, Kamis (21/11/2019). Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Front Mahasiswa Ciamis bersama sejumlah santri melakukan aksi demonstrasi menuntut pencekalan Rizieq Shihab dicabut. Ratusan mahasiswa dan santri berkumpul di Alun-alun Ciamis, Jawa Barat, sambil membawa berbagai spanduk dan poster tuntutan, Kamis (21/11/2019).

Massa menuntut agar pemerintah tidak menghalangi Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Mereka juga meminta agar tidak ada lagi pencekalan terhadap Rizieq Shihab. Bahkan ada poster bertuliskan ‘Kami Rindu Habib Rizieq’.

Kepolisian dari Polres Ciamis, Satpol PP dan TNI dari Kodim 0613 Ciamis tampak melakukan pengawalan. Sejumlah Polwan bahkan memberikan air mineral kepada para santri dan mahasiswa yang melakukan aksi. Aksi pun berjalan lancar.

KH Maksum, Ketua DPD FPI Jawa Barat, mengatakan, bukan hanya mahasiswa dan santri yang turun aksi, namun sejumlah tokoh dan ulama sengajar berkumpul di Ciamis untuk menuntut agar Habib Rizieq dikembalikan.

“Kami tidak meminta dana, kami tidak meminta untuk membayar denda Habib Rizieq, tapi satu saja yang kami minta, kembalikan hak asasinya. Pencekalan Habib Rizieq minta dicabut. Surat pencekalannya ada sudah ditunjukkan. Dicekal oleh negara sendiri,” ujar KH Maksum.

Menurutnya, Rizieq Shihab tak perlu ditakutkan, lantaran dia bukan seorang kriminal. “Sebenarnrya tak  perlu ada yang ditakutkan dari seorang Habib Rizieq. Karena Habib bukan koruptor, bukan gembong judi apalagi narkoba. Pemilu juga sudah selesai dan kondisinya aman dan kondusif,” katanya.

KH Maksum menegaskan, Arab Saudi tidak memiliki masalah hukum dengan Rizieq Shihab dan tidak punya kepentingan apa-apa.

“Yang ada Arab Saudi justri melindungi keselamatan Habib Rizieq. Kalau cekal dicabut, Habib bisa pulang. Jadi bukannya Habib tak mau pulang atau tidak mau bayar denda. Masalahnya karena dicekal itu,” ucapnya.

Rizieq Shihab, menurut KH Maksum sudah 4 kali berusaha pulang ke Indonesia, namun tidak bisa. Sementara Arab Saudi, kata dia, masih menunggu respon pihak pemerintah Indonesia. Dia berharap pemerintah Indonesia mencabut pencekalan Rizieq Shihab dan mengembalikan hak asasinya.

“Sebetulnya bisa saja pulang ke Indonesia, tapi karena dicekal itu, makanya dikhawatirkan jika tidak dicabut pencekalannya, masyarakat bisa bereaksi. Kalau tidak dicabut, kita lihat saja nanti,” katanya. (Fahmi2/R7/HR-Online)

Loading...