Rabu, Februari 1, 2023
BerandaBerita TerbaruJarak Aman Berkendara Dihitung Detik Bukan Meter?

Jarak Aman Berkendara Dihitung Detik Bukan Meter?

Jarak aman saat berkendara sangat penting buat para pengemudi. Ini juga merupakan kewajiban, karena apabila tidak diperhatikan dan dipelajari dengan baik, maka keselamatan Anda dalam berkendara akan terancam.

Untuk itu Anda perlu mengetahui cara aplikasikan jarak aman saat berkendara demi keselamatan. Berikut cara mengaplikasikannya.

Jarak Aman Berkendara

Jarak aman berkendara merupakan salah satu aturan baku yang perlu diketahui oleh para pengemudi. Ini juga perlu diterapkan agar pengemudi selalu aman dalam berkendara.

Pengemudi perlu mengetahui bahwa ada dua jenis jarak yaitu jarak minimal dan jarak aman. Jarak minimal merupakan jarak paling dekat yang tidak boleh dilewati antara mobil belakang dan depannya.

Jarak minimal perlu diketahui dan selalu diterapkan agar Anda tidak melakukan tindakan seperti rem mendadak yang dapat mengancam keamanan berkendara Anda.

Sedangkan jarak aman merupakan batasan yang paling disarankan untuk diterapkan selama berkendara. Hal ini juga harus selalu diterapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak Anda inginkan.

Aturan 3 Detik

Menurut Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Bintarto Agung, mengatakan bahwa durasi jarak aman dalam berkendara untuk cuaca yang normal ialah sekitar 2 sampai 3 detik.

Perhitungan ini dirasa akan lebih memudahkan pengemudi karena sesuai dengan kecepatan mobil. Perhitungan ini bisa menjadi acuan untuk mengoperasikan mobil.

Perhatikan Roda Belakang Mobil

Jika Anda masih bingung dengan aturan 3 detik, maka mungkin yang ini akan lebih mudah. Anda harus memastikan bahwa Anda dapat melihat roda belakang mobil yang ada di depan Anda.

Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan sesuatu hal yang akan terjadi dengan memaksimalkan ruang untuk memulai manuver ketika berkendara maupun saat menyalip kendaaran yang ada di depan Anda.

Namun, jangan lupa untuk melihat mobil yang ada di belakang Anda agar Anda tidak menerobos pengemudi lain yang ingin menyalip.

Jangan Terlalu Lama di Belakang Mobil Besar

Hal ini mungkin sudah banyak diketahui oleh pengemudi yang memang sudah ahli dalam aturan jarak aman.

Hal ini termasuk dalam cara mengaplikasikan jarak aman berkendara yang paling banyak diketahui oleh pengemudi.

Sebisa mungkin Anda harus menyalip mobil besar yang ada di depan Anda dan jangan terlalu berlama-lama di belakang mobil besar.

Hal ini perlu dilakukan karena Anda bisa saja terkena material atau barang-barang yang dibawa oleh mobil besar yang ada di depan Anda tersebut.

Tetapi, satu hal yang perlu diingat bahwa Anda juga harus melihat kondisi sekitar sebelum menyalip dan jangan terburu-buru. Anda juga perlu menghindari berada pada area blindspot.

Itulah beberapa cara mengaplikasikan jarak aman saat berkendara demi keselamatan Anda. Anda perlu mempraktekkannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (Deni/R4/HR-Online)