Jumat, Januari 28, 2022
BerandaBerita TerbaruJaringan 5G di China Sudah Dioperasikan, Indonesia Kapan?

Jaringan 5G di China Sudah Dioperasikan, Indonesia Kapan?

Jaringan 5G di China sudah mulai beroperasi per tanggal 1 November 2019. Seperti yang diketahui, 5G adalah jaringan terbesar di dunia.

Dengan menggunakan jaringan 5G, maka konektivitas internet bisa lebih cepat dan stabil. Pengguna bisa mengunduh maupun mengupload data secara mudah.

Tak hanya itu, 5G juga menawarkan cakupan area yang lebih luas daripada jaringan lainnya. Maka tak heran jika hadirnya 5G di China disambut dengan baik oleh warganya.

Jaringan 5G di China

Sebelumnya, peluncuran 5G di China baru akan dilakukan pada tahun depan. Namun jadwalnya dipercepat. Perang dagang dengan Amerika Serikat pun menjadi alasannya.

Seperti yang diketahui, dampak perang dagang tersebut dirasakan oleh perusahaan telekomunikasi Huawei. Karena dipercepat, sekarang jaringan ini sudah bisa diakes di 50 kota yang ada di China.

Jaringan 5G sendiri diperkenalkan oleh tiga operator China, yakni China Mobile, China Unicom dan China Telecom. Kehadiran 5G menjadi salah satu upaya China dalam menjadi superpower di bidang teknologi.

Untuk bisa menikmati jaringan 5G di China, pengguna harus membayar dengan harga yang terbilang wajar. Biayanya mulai dari 128 yuan atau setara dengan Rp 253 ribu per bulan.

Terkait peluncuran jaringan 5G, rencananya akan dipasang lebih dari 50 ribu BTS 5G sampai dengan akhir tahun 2019 ini.

Adapun beberapa kota besar di China yang sudah bisa menikmati jaringan 5G diantaranya yaitu Shanghai, Beijing, Guangzhou dan Hangzhou.

Kini pun tercatat sudah lebih dari 10 juta konsumen yang mendaftar untuk bisa mengakses jaringan 5G melalui tiga operator tersebut.

Disamping itu, ketiga operator China ini juga menawarkan paket data sampai 30 GB dan bahkan 500 menit video chat kepada konsumen.

Peluncuran jaringan 5G di China ini sendiri mencuri perhatian berbagai pihak, tak terkecuali asosiasi internasional industri mobile GSMA.

Dari asosiasi tersebut terdapat laporan yang memprediksi bahwa China akan menjadi pemimpin revolusi 5G. Dimana per tahun 2025 nanti sudah lebih dari 600 juta pengguna 5G.

Masih berkaitan dengan peluncuran jaringan 5G, kini berbagai vendor tengah sibuk menyiapkan smartphone 5G, seperti Xiaomi dan Huawei.

Untuk Xiaomi sendiri dikabarkan akan memperkenalkan lebih dari 10 smartphone 5G pada tahun depan. Sementara untuk Huawei nampaknya harus ekstra kerja keras.

Seperti yang diketahui, Huawei sebenarnya sudah membuat layanan 5G pada tahun 2018. Hanya saja, kini Huawei terjebak dalam perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Implementasi Jaringan 5G di Indonesia

Berkaca dari peluncuran jaringan 5G di China, tak sedikit pihak yang mempertanyakan kapan Indonesia juga mendukung jaringan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) angkat bicara. Menurutnya, implementasi konektivitas 5G di Indonesia tak harus dalam waktu dekat ini.

Adapun alasannya yaitu persiapan infrastruktur 5G harus dilakukan secara matang sehingga tak perlu buru-buru. Misalnya, dimulai dengan langkah pemerataan jaringan 4G terlebih dahulu.

Sepemikiran dengan Kominfo, Ismail selaku Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) mengatakan bahwa core network 4G akan menjadi landasan 5G nantinya.

Kemenkominfo saat ini sendiri tengah mempersiapkan uji coba teknis frekuensi untuk jaringan 5G, seperti 26 Ghz dan 3,5 Ghz. Dari langkah ini, diharapkan Indonesia segera menyusul peluncuran jaringan 5G di China.

Selain itu, Denny Setiawan selaku Direktur Penataan Sumber Daya Direktorat Jenderal SDPPI Kominfo mengungkapkan bahwa pihaknya juga tengah mengurus permasalahan ini dengan regulator negara lain.

Mengenal Jaringan 5G

Jika dibandingkan dengan berbagai jaringan lainnya, 5G dinilai paling cepat saat ini. Berkat kecepatannya yang tinggi, jaringan 5G bisa digunakan dalam tiga jenis spektrum.

Adapun ketiga spektrum tersebut yaitu low-band, mid-band, dan high-band. Spektrum low-band memiliki kecepatan data maksimum 100Mbps dengan cakupan area yang luas.

Untuk spektrum mid-band, kecepatannya sampai 1Gbps. Sementara untuk jenis spektrum high-band memiliki kecepatan hingga 10Gbps. Hanya saja, cakupan areanya belum cukup luas.

Adanya jaringan 5G diharapkan memberikan manfaat dalam berbagai bidang di dunia, termasuk membantu penerapan teknologi Internet of Things (IoT).

Pengguna jaringan 5G di China bisa merasakan beragam manfaat yang pastinya menguntungkan. Oleh karena itu, diharapkan jaringan ini segera tersedia di Indonesia. (R2/HR-Online)

- Advertisment -