Kawasan Agrowisata Dibangun Dekat Bendungan Leuwi Keris Ciamis

Kawasan Agrowisata Ciamis
Wakil Bupati saat bersama warga di Dusun Guha Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis. Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Potensi bidang pariwisata mulai dilirik oleh masyarakat sekitar Bendungan Leuwi Keris, tepatnya di Dusun Guha Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Masyarakat pemilik lahan sekitar Bendungan Leuwi Keris kini tengah membangun kawasan Agrowisata “Leuwi Keris” Cibungureun.

Kawasan Agrowisata tersebut sangat dekat dengan lokasi proyek Bendungan Leuwi Keris yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Untuk sampai ke lokasi, dari arah lingkar selatan masuk ke jalan Cibatok-Cibaregbeg sekitar 500 meter.

Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra pun sempat menyambangi kawasan agrowisata Leuwi Keris Cibungureun,Selasa (05/11/2019), usai menghadiri acara di SMK Miftahusalam Handapherang.

Dihadiri tokoh masyarakat Guha Handapherang, Karangtaruna Bina Remaja Desa Handapherang, LPM dan masyarakat setempat, Yana dan rombongan terlihat lahap menyantap nasi liweut yang disediakan pengelola.

Tim pengembang kawasan Agrowisata “Leuwi Keris” Cibungureun, H. Ishak Misbahudin, mengaku senang atas kunjungan orang nomor dua di Ciamis itu.

“Kita sampaikan potensi wisata disini, alhamdulillah beliau respon dan siap mendukung pengembangan agrowisata Cibungureun,” ujarnya.

Menurut Ishak, bahwa lokasi kawasan agrowisata Cibungureun ini memiliki luas sekitar 5 hektare dengan jumlah pemilik lahan sebanyak 30 orang. Sejak Agustus 2019, para pemilik lahan mulai melakukan penataan lokasi wisata berkonsep wisata agro.

“Kita sudah bangun akses jalan ke lokasi wisata hutan mahoni, disana kita buat beberapa saung untuk kumpul dan botram,” ungkapnya.

DiakuiIshak, saat ini agrowisata Leuwi Keris Cibungureun belum dikomersilkan, karena secara resmi belum dibuka. Namun kini, penataan terus dilakukan mulai dari penataan spot wisata, ketersediaan listrik, akses jalan dan lain halnya.

“Jika listrik sudah ada, akses jalan sudah bagus, akan segera kita launchingkan, mudah-mudahan tahun depan sudah mulai beroperasi,” ucapnya.

Kedepannya, lanjut Ishak, di lokasi agrowisata akan dibangun pasar wisata seni, akan dibuka juga wisata taman buah langka yang ada dalam Al-Quran, seperti kurma, buah tin, zaitun, anggur, bidara dan lainya.

Buah lokal seperti durian, jambu dan lainnya juga akan ditanam, sehingga nanti wisatawan bisa memetik langsung buah yang ada di kawasan agrowisata.

“Sejak sekarang juga kita sudah adakan pembibitan berbagai tanaman, bagi yang berminat bisa beli disini,” ucapnya.

Selain itu, tak jauh dari lokasi wisata terdapat situs peninggalan zaman dahulu yakni situs Ki Buhaya dan Raden Patih. Sehingga akan dibangun musium cagar budaya untuk mengenalkan berbagai sejarah dan budaya yang ada.

“Kedepan kita juga akan tampilkan berbagai pagelaran seni budaya, untuk menarik perhatian pengunjung,” katanya.

Menurut Ishak, kawasan agrowisata Cibungureun sangat cocok untuk wisata keluarga, wisata edukasi bagi anak, lokasi camping, dan lainya. Dari lokasi tersebut juga kita bisa melihat pemandangan proyek pembangunan Leuwi Keris yang tengah berjalan.

“Jika nanti sudah selesai dibangun dan air sudah menggenang wajah bendungan, pemandangan akan sangat indah, pengunjung pasti betah,” jelasnya.

Saat ini lokasi kawasan agrowisata baru sebatas dikunjungi oleh masyarakat sekitar Handapherang. Banyak yang datang dan merasa betah berada di lokasi agro.

“Masyarakat kebanyakan botram dan ngaliweut,” tandasnya.

Wakil Bupati Dukung Pengembangan Kawasan Agrowisata

Sementara itu, Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, mendukung penuh upaya masyarakat Guha Handapherang membangun destinasi wisata di dekat Bendungan Leuwi Keris. Menurutnya, setelah ada pembangunan Bendungan Leuwi Keris, potensi pariwisata sangat terbuka lebar.

“Nah masyarakat jangan jadi penonton, harus berinovasi bagaimana menciptakan peluang yang menghasilkan, salah satunya pengembangan pariwisata,” ucapnya.

Menurut Yana, pembangunan kawasan agrowisata ini menjadi sebuah embrio yang berasal dari keinginan kuat masyarakat untuk memiliki daerah wisata.

“Pemerintah tentu akan hadir mendukung kawasan agrowisata ini, apalagi adanya tempat wisata bisa meningkatkan geliat perekonomian masyarakat. ita akan bantu untuk perizinan, infrastruktur dan lain sebagainya,” pungkas Yana. (Jujang/Koran HR)

Loading...