Sebelum Membeli Rumah, Kenali 3 Jenis Sertifikat Properti Berikut

Sertifikat Properti
Ilustrasi. Foto: Istimewa/Net

Dalam kepemilikan properti ada dokumen atau sertifikat properti yang penting sebagai bukti legalitas. Setidaknya 3 sertifikat penting ini menunjukkan kepemilikan Anda terhadap satu properti.

Sertifikat tersebut adalah SHM, SHGB, dan IMB. Ketiga sertifikat ini merupakan legalitas yang paling umum dalam kepemilikan properti.

Legalitas dan status kepemilikan menjadi sebuah hal yang harus Anda  perhatikan agar tidak terjadi permasalahan yang berkaitan dengan legalitasnya di kemudian hari.

Untuk itu, Anda harus benar-benar mengetahui apa itu SHM, SHGB, dan juga IMB tersebut. Agar tidak keliru, Anda juga harus memahami perbedaan di antara ketiga jenis sertifikat properti tersebut.

Pengertian SHM atau Sertifikat Hak Milik

Sebelum membahas tentang perbedaan SHM, SHGB, dan IMB, terlebih dulu Anda harus memahami tentang masing-masing sertifikat properti tersebut. Pertama, yang akan dibahas adalah tentang SHM.

Apa sih sebenarnya SHM itu? SHM atau Sertifikat Hak Milik merupakan jenjang sertifikat hak atas sebidang tanah yang kastanya paling tinggi dan terkuat. Dikatakan terkuat karena pemegang sertifikat tersebut memiliki kekuasaan penuh sebagai pemilik sebidang lahan dengan luas tertentu yang tercantum dalam surat dengan waktu yang tak terbatas.

Dengan demikian, orang yang namanya telah tercantum dalam Sertifikat Hak Milik tersebut menjadi pemilik seutuhnya tanpa ada ada intervensi dan kemunginan kepemilikan bagi pihak lain.

Pengertian SHGB atau Sertifikat Hak Guna Bangunan

Sertifikat properti selanjutnya adalah SHGB. Sesuai dengan namanya, SHGB atau Sertifikat Hak Guna Bangunan adalah sebuah kewenangan yang diberikan oleh pemerintah atau suatu hak yang didapatkan untuk menggunakan sebidang tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu 30 tahun dan bisa diperpanjang hingga jangka waktu 20 tahun.

Melalui kewenangan tersebut, pemegang SHGB hanya diberikan kuasa untuk memanfaatkan lahan dengan mendirikan bangunan ataupun keperluan lain dalam jangka waktu tertentu. Intinya, pemilik rumah atau properti dengan legalitas Hak Guna Bangunan tersebut hanya memiliki bangunannya saja, sedangkan tanahnya tetap menjadi hak milik negara.

Bangunan yang memiliki sertifkat properti HGB pada umumnya dikembangkan menjadi sesuatu yang sifatnya komersial. Banyak developer atau pengembang yang memanfaatkan lahan yang berstatus HGB tersebut untuk dijadikan perumahan dan apartemen untuk dijual.

Meski Anda sudah memiliki SHGB, bukan berarti Anda dapat menggunakan lahan tersebut secara bebas. Anda hanya dapat menggunakan lahan tersebut sesuai dengan perizinan. Idealnya, rumah dengan SHGB ini hanya cocok digunakan jika Anda berencana menggunakannya dalam waktu terbatas.

Pengertian IMB atau Izin Mendirikan Bangunan

Dokumen atau sertifikat properti yang wajib Anda tahu adalah IMB atau Izin Mendirikan Bangunan. Sebenarnya jika disebut sebagai sertifikat kurang tepat. Namun IMB juga menentukan perizinan sebuah bangunan.

IMB adalah sebuah perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan untuk membuat bangunan baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan juga merawat bangunan yang sudah ada sesuai dengan persyaratan administratif serta persyaratan teknis yang berlaku. 

IMB adalah salah satu produk hukum yang dibuat untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta suasana yang kondusif dengan adanya ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan juga kepastian hukum.

Untuk itu, setiap orang ataupun badan yang ingin mendirikan sebuah bangunan wajib memiliki izin. Kewajiban untuk memiliki Izin Mendirikan Bangunan tersebut telah diatur pada Pasal 5 atau 1 Perda 7 Tahun 2009.

Dengan memiliki IMB, Anda memiliki sertifikat properti yang legal untuk membuat sebuah bangunan sesuai dengan Tata Ruang yang telah ditentukan. Selain itu, IMB juga akan menunjukkan bahwa rencana pembangunan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan maksud untuk kepentingan bersama.

Perbedaan SHM, SHGB, dan IMB

Perbedaan SHM, SHGB, dan IMB menjadi hal yang harus Anda pahami agar tidak keliru dalam menentukan legalitas dari sebuah sertifikat properti maupun lahan yang akan dibeli.

SHM dan SHGB tentu saja memiliki tingkat kuasa dan jangka waktu kepemilikan yang berbeda. Untuk SHM, rumah dapat diwariskan dan tidak memiliki batas waktu penggunaan. Sementara SHGB membatasi waktu penggunaan namun tetap bisa diberlakukan perpanjangan waktu.

Kelebihan SHM adalah dapat digunakan sebagai jaminan kepada lembaga keuangan atau bank jika ingin mendapatkan kredit. Sementara itu, SHGB cenderung sulit dipakai untuk keperluan pinjaman finansial.

Sementara itu, IMB berbeda dengan SHM dan SHGB. IMB bukanlah surat yang menentukan kepemilikan rumah. IMB ini hanya merupakan satu syarat suatu bangunan dan izin bagi pemilik bangunan untuk membangun, mengubah, memperluas, mengurangi, maupun merawat bangunan gedung.

Nah, demikianlah perbedaan tiga sertifikat properti antara SHM, SHGB, dan IMB. Semoga artikel ini memberikan informasi bagi Anda dalam memutuskan sertifikat mana yang harus Anda pilih untuk properti yang Anda miliki. (R11/HR-Online)

Loading...