Krisis Air Bersih di Pangandaran, Pemdes Pangkalan Langkaplancar Bangun Sumur Bor

krisis air bersih di Pangandaran
Warga Dusun Pangkalan, RT 01, RW 02, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, sedang antri untuk mendapatkan air bersih di sumur bor yang belum selesai dibangun. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Kemarau yang terjadi tahun ini membuat masyarakat di berbagi daerah mengalami krisis air bersih. Salah satunya krisis air bersih di Pangandaran yang dirasakan oleh warga Dusun Pangkalan, RT 01, RW 02, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar.

Meski November 2019 ini sudah memasuki musim hujan, namun warga di Dusun/Desa Pangkalan ini masih kesulitan mendapatkan air bersih. Banyak warga yang harus berjalan sekitar 1 Kilometer hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.

Hal itu mendorong Pemerintah Desa Pangkalan untuk membuat program penyediaan air bersih dengan cara membangun sumur bor

Kepala Desa Pangkalan, Ukar Heryadi, mengatakan, melihat kondisi masyarakat yang hampir tiap tahun mengalami krisis air bersih, maka pihak Pemdes merespon dengan membuat sumur bor, agar masyarakat tak kesulitan lagi mendapatkan air bersih.

“Meski pembangunannya belum selesai 100 persen, namun masyarakat sudah memanfaatkannya, mereka secara bergantian mengambil air tersebut untuk kepentingan sehari-hari,” ujarnya, Minggu (10/11/2019).

Ukar menuturkan, dalam waktu dekat pembangunan sumur bor ini akan segera selesai. Nantinya, lanjut Ukar, akan ada petugas yang mengatur, agar semua warga bisa menikmati air bersih dengan maksimal.

“Alhamdulilah kini manfaat dari pembuatan sumur bor langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ukar berharap, masyarakat tak lagi merasakan kesulitan air bersih, meski sampai saat ini hujan tak kunjung turun di desanya.

Baca Juga: November Rain, BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Puting Beliung

Sementara itu, tahun 2019 musim kemarau di Indonesia mengalami kemunduran. Akibatnya musim hujan pun telat datang.

Biasanya hujan datang mulai bukan September-Oktober. Namun pada tahun 2019 hujan mulai turun pada bulan November kecuali beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan yang sudah memasuki musim hujan sejak pertengahan Oktober 2019.

BMKG merilis musim hujan 2019 yang telat datang tersebut, lantaran rendahnya suhu permukaan laut. Tercatat suhu permukaan laut sekitar 26-27 derajat celcius di beberapa wilayah Selatan dan Barat Indonesia. Akibatnya, pembentukan awan pun kurang dan hujan baru benar-benar turun pada bulan November. (Enceng/R7/HR-Online)

Loading...
Loading...