Krisis Air, Warga di Pangandaran Ini Terpaksa Manfaatkan Air Sungai

Memanfaatkan Air Sungai
Warga saat memanfaatkan air Sungai. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kemarau panjang yang terjadi tahun ini membuat masyarakat di wilayah Ciguha, Desa Cempaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran kesulitan air bersih, sehingga mereka memanfaatkan air bersih yang ada di sekitar mereka.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga setempat memanfaatkan air Sungai Jurago.

Cucu, salah seorang warga RT 02 RW 01, mengatakan, sudah sejak 5 bulan yang lalu hampir sebagian besar warga di wilayahnya tersebut memanfaatkan air sungai Jurago untuk memenuhi kebutuhan air sehari- hari.

“Sulitnya air yang terjadi karena kemarau kali ini terpaksa membuat saya dan keluarga memanfaatkan air sungai untuk mencuci dan mandi,” ujar Cucu kepada Koran HR, Selasa (19/11/2019).

Cucu mengatakan, pada pagi dan sore hari biasanya ibu-ibu berdatangan ke sungai tersebut untuk mencuci dan mandi. Selain itu, ada juga yang hanya mengambil air untuk dibawa ke rumahnya masing-masing.

“Sedangkan saya ke sini menggunakan sepeda motor karena jaraknya cukup jauh, sekitar 2 kilometer,” katanya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi, lanjut Cucu, ia sengaja membeli air bersih seharga Rp 100 ribu per 6 drum setiap seminggu sekali.

Sulitnya air bersih bukan hanya dirasakan oleh warga Kecamatan Cigugur saja. Menurut informasi, kata Cucu, masyarakat di Kecamatan Langkaplancar yang merupakan daerah pegunungan dan banyak sumber air, kini banyak juga yang mengalami krisis air.

“Meski begitu masyarakat tidak terlalu berharap bantuan air bersih dari pemerintah, karena banyak yang membutuhkan dan terbatas. Saya hanya berharap turun hujan secepatnya, agar kesulitan akan air bersih secepatnya bisa teratasi,” pungkasnya.

Sementara Tokoh masyarakat Desa Campaka, Budi, mengatakan, banyaknya masyarakat Desa Campaka memanfaatkan air sungai jurago diharapkan agar masyarakat yang berada di hulu sungai tersebut tidak membuang sampah dan kotoran ke sungai.

“Sungai jurago ini berhulu di wilayah Kecamatan Langkaplancar. Untuk itu saya berharap masyarakat Langkaplancar, terutama yang terlewati oleh aliran Sungai Jurago, untuk tidak membuang kotoran atau sampah ke sungai,” katanya. (Enceng/Koran HR)

Loading...