Lewat Kadin Talk, Kadin Kota Banjar Bahas Tantangan Era 4.0

Lewat Kadin Talk, Kadin Kota Banjar Bahas Tantangan Era 4.0
Acara Kadin Talk 2019 yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Banjar, Jawa Barat, menggelar “Kadin Talk 2019”, di hotel Mandiri, Parunglesang, Kota Banjar, Sabtu (09/11/19).
“Kadin Talk 2019” diselenggarakan dalam upaya meningkatkan peran pelaku usaha dan peningkatan daya beli di sektor ekonomi di era revolusi industri. Sedikitnya, 110 perwakilan pelaku usaha dari berbagai sektor hadir dalam agenda tersebut.

Ketua Kadin Kota Banjar, Asep Nugraha, mengatakan, Kadin Talk 2019 sebagai upaya mengembangkan perekonomian bagi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan di era revolusi 4.0.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, kata Asep, perlu ada inovasi yang dilakukan oleh para pelaku usaha di semua sektor, sehingga bisa mendongkrak daya beli masyarakat.

“Untuk pemetaan sentra industri dan gerakan real di lapangan, tahun depan kita berencana mengadakan grebeg desa produktif. Melibatkan para pelaku usaha dari setiap desa dan kelurahan yang ada di Kota Banjar,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, mengatakan, pihaknya mendukung upaya yang dilakukan Kadin Kota Banjar untuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat dan pelaku usaha di Kota Banjar.

Terkait peran Kadin dan pemetaan sentra UMKM Kota Banjar sejauh ini, kata Nana, sudah ada dan sudah berjalan akan tetapi gregetnya yang perlu ditingkatkan.

Selain itu, perlu ada upaya bersama dari semua pihak untuk mendongkrak perekonomian dari para pelaku usaha baik industri skala kecil maupun sekala besar.

Menurut Nana, Kadin mempunyai peran ikut andil menjembatani dalam memasarkan produk-produk hasil industri kreatif yang ada di Kota Banjar. Khususnya, pelaku usaha muda yang memang terkendala.

“Jadi, bukan hanya seremonial saja, tapi harus ada praktek real di lapangan. Artinya Setelah ini harus ada eksen di lapangan. Dan Kadin harus bisa menjadi motor penggerak di sektor ekonomi,” pungkasnya. (Muhlisin/R4/HR-Online)

Loading...