Mengintip Keseruan Anak-anak Bermain Bersama Ular di Alun-alun Ciamis

Ular di Alun-alun Ciamis
Anak-anak sedang bermain bersama Boruto, ular Sanca Bodo milik komunitas CRC di Alun-alun Ciamis, Sabtu (16/11/2019) malam. Foto: Dok CRC.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Komunitas CRC (Ciamis Reptillian Community) mengadakan gathering di Alun-alun Ciamis, Sabtu (16/11/2019) malam. Mereka membawa sejumlah ular dan reptil lainnya yang menarik perhatian anak-anak yang datang ke Alun-alun Ciamis. Sejumlah anak pun tampak asyik bermain dengan ular di Alun-alun Ciamis.

Anto (6), salah seorang anak terlihat asyik mengelus-elus ular di alun-alun Ciamis. Warna kulitnya kuning. Bobot ular tersebut sekitar 40 Kg. Pemiliknya, Dani memberi nama ular tersebut dengan sebutan Boruto.

Boruto merupakan jenis ular pyton dengan nama biologi Molurus python. Di alam liar warna ular ini sebenarnya berwarna hitam. Hanya saja Boruto mengalami kelainan gen sehingga kulitnya albino, warnanya pun jadi kuning keemasan.

Boruto yang ditaruh di tanah dikerubungi Anto dan teman-temannya. Tak terlihat rasa takut di wajah anak-anak yang berebutan mengelus Boruto.

Beberapa anak yang awalnya menjerit takut, jadi berani setelah melihat anak-anak lain begitu asyik bermain dengan Boruto.

“Kalau orang Sunda mah bilangnya ini ular Sanca Bodo,” ujar Joehanes Liem yang biasa disapa Akong, Pembina CRC.

Selain Boruto, ular lainnya yang menarik perhatian anak-anak adalah Kemuningsari, jenis ular Reticulatus python. Bobotnya 30 Kg. Seperti halnya Boruto, Kemuningsari juga mengalami kelainan gen. Sehingga warna kulitnya kuning. Bedanya dengan Boruto, Kemuningsari memiliki warna hitam di kulitnya.

“Ini tipe perubahan gennya itu platinum namanya, makanya warnanya seperti itu. Kalau biasanya kan warnanya hitam, ini kalau sehari-harinya sih orang kenalnya Sanca Kembang,” lanjut Akong.

Kemuningsari, ular Sanca Kembang digendong Tole, anggota CRC Ciamis. Foto: Dok CRC.

Kemuningsari lebih sering digendong anggota CRC. Dibandingkan Boruto yang kalem ketika ditaruh di tanah, Kemuningsari lebih sering bergerak di pelukan para anggota CRC.

Mereka secara bergantian menggendong Kemuningsari dan menyodorkannya kepada pengunjung Alun-alun Ciamis. Seperti halnya Boruto, Kemuningsari juga dikerubuti anak-anak yang ingin tahu.

Laun-laun terdengar salah seorang anggota CRC, Tole, memperingatkan anak-anak agar ketika berjumpa ular di tempat lain jangan dipegang-pegang.

“Kalau nemu ular di kebun mah jangan dipegang-pegang ya, yang itu mah galak,” kata Tole kepada anak-anak tersebut.

Selain ular, terlihat kadal yang bentuknya tak seperti kadal biasa. Anggota CRC memanggilnya si Ojan. Ojan merupakan kadal asal Argentina yang kini banyak diternakkan di Indonesia. Nama biologinya, Tegu argentine.

“Umurnya ini 2,5 tahun, dulu masih kecil, ukurannya sekitar 30 Centi. Sekarang udah sebesar ini, udah sekitar 2 tahunan dirawat,” tutur Akong, bercerita riwayat si Ojan.

Baca Juga: CRC Edukasi Masyarakat Ciamis Soal Reptil

Akong mengaku menghabiskan dana sekitar Rp 200 ribu per bulan untuk makanan si Ojan. Jika ular makanannya daging ayam, maka si Ojan bisa memakan buah-buahan.

“Makan lele dia bisa, daging ayam bisa, tapi buah-buahan seperti apel dan melon juga dia doyan, si Ojan ini omnivora (binatang pemakan tumbuhan dan daging, red),” kata Akong.  

Ojan (Tegu argentine) kadal asal Argentina milik komunitas CRC Ciamis. Foto: Dok CRC.

Seorang laki-laki paruh baya tiba-tiba menghampiri Akong dan bertanya, apakah Ojan ini Komodo?

“Bukan Komodo, tapi satu Ordo sama Komodo, Ojan ini aslinya tinggal di hutan hujan tropis, kawasan Amerika Selatan,” jawab Akong sigap.

Akong mengaku Ojan pernah ditawar sampai Rp 10 juta. “Tapi ini nggak dijual, kalau kita gath seperti ini, pasti ada aja yang nawar si Ojan dan ular lainnya, tapi yang kita bawa ini tidak dijual. Kalau ada yang mau biasanya kita arahkan ke ular atau reptil lain,” lanjutnya.

Lia (8), seorang anak perempuan yang ditemui HR Online di Alun-alun Ciamis, mengaku tidak takut. Dia malah mengaku senang bisa mengelus ular-ular yang tampak jinak.

Begitupun dengan anak-anak lainnya, mereka tampak nyaman bermain bersama ular di Alun-alun Ciamis yang dibawa komunitas CRC ini.

Gathering CRC di Alun-alun Ciamis juga menarik perhatian seorang guru TK. Dia mengundang CRC untuk mengisi acara di sekolahnya. “Untuk edukasi anak-anak di sekolah,” katanya.

Bagaimana Anda tertarik bermain dengan ular? Sayangnya Gathering CRC tidak digelar rutin setiap Minggu. Hanya momen tertentu saja. Tapi jika Anda menemukan mereka, tak perlu takut, ular yang mereka bawa aman untuk diajak bercanda. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...