Meski Sulit Air, Petani di Lumbung Ciamis Raup Untung Jutaan Rupiah

petani di lumbung ciamis
Tanaman kangkung milik salah seorang petani di Lumbung, Kabupaten Ciamis. Foto: Edji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kemarau panjang pada tahun 2019, tak menyurutkan langkah petani di Dusun Rawa 1, Desa Rawa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Meskipun sempat kesulitan air, namun para petani di Lumbung ini masih bisa meraup untung jutaan rupiah.

Ade Saepudin, salah seorang petani, mengatakan, selama musim kemarau para petani padi di Desa Rawa beralih untuk menanam tanaman sayuran. Hal itu dilakukan agar para petani tetap mendapatkan penghasilan.

“Sayuran yang ditanam beragam, ada mentimun, tomat, kangkung dan bawang daun. Alhamdulillah dengan melakukan pola tanam tumpang sari, musim kemarau tetap membawa berkah. Petani seperti saya tetap mendapatkan penghasilan,” katanya.

Hal senada disampaikan Yaya, petani sayuran di Lumbung lainnya. Yaya menuturkan, bertanam sayuran tidak perlu di tanah yang luas.

“Memiliki lahan 50 bata saja dengan menanam sayuran, missal mentimun bisa mendapatkan jutaan rupiah,” ungkapnya.

Yaya menjelaskan, pada musim panen pertama dari luas lahan 50 bata bisa menghasilkan 2 ton mentimum.

“Apabila dikalikan Rp 3000 per kilo saja, maka sudah mengantongi enam juta rupiah,  belum dari keuntungan tanaman sayuran lainnya,” katanya.

Sementara Jaka, menuturkan bertanam sayuran pada musim kemarau memang menjadi berkah tersendiri. Meski dihadapkan dengan kesulitan air karena musim kemarau, para petani seperti dirinya tetap semangat.

“Ya walaupun harus menyiram tanaman setiap hari, rasa lelah seolah-olah tidak terasa. Apalagi kalau tanaman sayuran sudah siap dipanen,” kata Jaka.

Jaka melanjutkan, keuntungan yang didapat bisa mengobati rasa lelah saat menyiram tanaman setiap harinya.

“Dengan keuntungan yang di apat, bukan hanya kebutuhan bisa terpenuhi, akan tetapi rasa lelah pun terobati,” pungkasnya. (Edji/R7/HR-Online)

Loading...