Meteor Sebagai Pelempar Setan, Ini Penjelasan Al-Qur’an dan Sains

Meteor Sebagai Pelempar Setan
Ilustrasi meteor. Foto: Istimewa

Meteor sebagai pelempar setan sangat menarik untuk dibahas lebih mendalam. Di dalam kitab suci umat Islam, Al-Qur’an, meteor disebutkan mengejar setan yang mencuri berita dari langit.

Seperti yang diketahui, semua hal bisa ditemukan di dalam kitab suci Al-Qur’an. Mulai dari ilmu pengetahuan modern, ilmu gaib dan bahkan benda langit seperti meteor sekalipun.

Terkait meteor yang bersinar tajam dan mengejar setan yang menguping, sains juga memiliki penjelasan. Lebih jelasnya, simak ulasan berikut.

Penjelasan Al-Qur’an Mengenai Meteor Sebagai Pelempar Setan

Sudah banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai meteor. Beberapa diantaranya yaitu Ash-Shaffat: 10, Al Jin: 8, dan Al-Hijr: 18.

Melalui Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan kepada kita bahwasanya setan naik ke langit dan mencuri berita yang dibicarakan sebelum turunnya Al-Qur’an.

Berita yang didapat setan karena menguping pembicaraan yang dilakukan penduduk langit disampaikan kepada dukun, sehingga memunculkan anggapan setan lebih hebat dari siapapun.

Kebiasaan setan dalam menguping tersebut pun diatasi dengan diutusnya Rasullullah SAW dan diturunkannya Al-Qur’an. Tak hanya itu, setan juga diusir dari tempatnya sehingga tak bisa lagi mencuri berita langit.

Disamping itu, langit juga dijaga secara ketat dengan meteor-meteor dan sinar alam. Dengan demikian, saat ada setan atau jin yang hendak mendekati kawasan tersebut, partikel meteor akan tertarik ke arahnya.

Adanya tarikan membuat meteor selalu menemukan setan tersebut kemanapun perginya. Meteor sebagai pelempar setan akan meleburnya menjadi debu yang jatuh ke Bumi.

Perlu untuk anda ketahui, Al-Qur’an bukan kitab astronomi maupun fisika. Al-Qur’an berisi firman Allah SWT yang memberikan penjelasan dari sisi syariah dan masalah gaib di luar jangkauan kajian manusia.

Terkait fakta tersebut, anda memang tak akan menemukan ilmu astronomi atau fisika yang panjang lebar di Al-Qur’an.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, Al-Qur’an memberitahukan bahwa meteor yang memancarkan cahaya tajam digunakan untuk melempar setan.

Sikap umat Islam haruslah mengimaninya dan bukan malah menentangnya. Terlebih lagi, sebenarnya tak ada pertentangan antara penjelasan secara syariah dan ilmu astronomi terkait meteor sebagai pelempar setan.

Penjelasan Sains Terkait Meteor

Dalam sains, ilmu astronomi memastikan bahwa benda langit tersebut berasal dari komet. Komet bisa tertarik gravitasi matahari dan kadang juga gravitasi planet yang ukurannya besar.

Saat komet tertarik gravitasi planet tersebut pun akan ada serpihan yang memisahkan diri. Serpihan kecil dikenal dengan meteor. Sementara untuk meteor yang besar disebut meteoroid.

Dalam ilmu sains juga dijelaskan bahwa meteor sebagai pelempar setan terbakar dan habis saat bersentuhan dengan atmosfer Bumi. Meteor ini sendiri mempunyai kecepatan 25 km per detik.

Apabila kita bisa melihat meteor melintas di langit, kala itu ketinggiannya berada di 150 km di atas permukaan Bumi. Kurang dari ketinggian tersebut, meteor sudah menjadi debu.

Meteor butuh selang waktu tertentu untuk bisa jatuh ke Bumi dalam bentuk abu. Untuk diketahui, setiap harinya ada 150 juta benda langit yang jatuh ke Bumi.

Saat diselidiki, ditemukan fakta bahwa atmosfer Bumi penuh dengan debu yang lembut dan intensitasnya sangat banyak.

Mengenai partikel penyusunnya, meteor sebagai pelempar setan ternyata tersusun dari materi-materi kimia yang sama dengan yang ada di Bumi.

Hanya saja, banyaknya komposisi yang ada di dalamnya cukup mengherankan. Meteor diperkirakan dibuat dengan batu-batuan dan besi yang sudah digerus.

Setelah itu, bahan-bahan tersebut dijadikan satu dan terbentuklah meteor. Dari materi penyusunnya, bisa disimpulkan bahwa ada meteor memiliki kekuatan magnetik.

Fakta ini mengingatkan kita kembali terkait penjelasan Al-Qur’an mengenai meteor. Sebelumnya dijelaskan bahwa partikel meteor memiliki daya tarikan dengan setan sehingga mengejarnya.

Sesuai penjelasan Al-Qur’an, meteor yang mengejar setan dilakukan dengan tujuan untuk menjaga berita langit. Kemudian untuk penjelasan sains, fenomena bintang jatuh terjadi secara terus menerus.

Dikarenakan menjaga langit, maka akan dilakukan secara terus menerus. Begitu pun dengan setan yang setiap saat selalu berusaha untuk mencuri berita takdir dari langit.

Terkait meteor sebagai pelempar setan, ahli astronomi juga menjelaskan bahwa hujan meteor bisa terjadi kapan saja karena tak ada batasan waktu yang jelas. (R10/HR-Online)

Loading...