Misi ke Planet Pluto, NASA Kirim Pesawat Pengorbit Selama 2 Tahun Bumi

Misi ke Planet Pluto
Planet Pluto. Foto: Istimewa

Misi ke planet Pluto yang direncanakan NASA tengah ramai diperbincangkan kalangan astronomi. Misi ini sebenarnya bukan melakukan pendaratan di Pluto, akan tetapi pengorbitan dengan pesawat ruang angkasa.

Pengorbitan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamati planet Pluto yang direncanakan akan berlangsung selama 2 tahun Bumi.

Misi yang tengah disiapkan NASA ini dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Terkait kemungkinan misi Pluto orbiter tersebut, NASA diketahui sudah mendanai Southwest Research Institute (SwRI).

Diharapkan apa yang telah dilakukan NASA tersebut bisa memberikan hasil studi luas mengenai misi Pluto orbiter yang selama ini ingin diungkap.

Misi ke Planet Pluto

Misi dalam mengorbit planet Pluto adalah salah satu dari 10 misi yang disetujui oleh NASA. Dimana misi ini dilakukan sebelum Survei Decadal Sains Planet berikutnya.

Dalam menjalankan misi pengorbit planet Pluto, studi terbaru akan menjelaskan mengenai persyaratan desain dan instrumen.

Tak hanya itu, misi ke planet Pluto tersebut juga akan menyelidiki kelayakan dan bahkan biaya proyek potensial yang dibutuhkan sehingga bisa berjalan secara lancar.

Pemimpin tim studi Carly Howett dari SwRI mengatakan bahwa pihaknya sangat berantusias dan bahagia karena bisa memiliki kesempatan ini untuk memberi informasi pertimbangan survei Decadal dengan melakukan penelitian ini.

Dalam melakukan misi pengorbit Pluto, pihaknya akan mengirim satu pesawat luar angkasa ke Pluto. Hal ini dilakukan sebelum memisahkan diri untuk mendatangi satu Kuiper Belt object (KBO) dan planet kerdil KBO lainnya.

Hasil dari misi ke planet Pluto selama 2 tahun Bumi akan disampaikan ke Studi Decadal Planetary National Academy yang dimulai pada 2020 mendatang.

Misi NASA New Horizons

Dalam misi NASA New Horizons, SwRI sempat memimpin pada Juli 2015. Misi yang diperbesar melewati Pluto tersebut berhasil mengabadikan foto planet kerdil dari dekat untuk kali pertamanya.

Flyby yang bersejarah tersebut menjelaskan bahwa Pluto adalah dunia yang beragam dan komplek. Di Pluto bisa ditemukan gunung es yang tingginya 2 mil.

Tak hanya itu, Pluto juga menyimpan dataran es nitrogen yang luas. Sementara untuk flyby keduanya dilakukan pada 1 Januari 2019.

Misi New Horizons kali ini berasal dari KBO kecil 2014 MU69. Secara informal, hal tersebut dikenal dengan istilah Ultima Thule.

Perlu untuk anda ketahui, pada misi ke planet Pluto sebelumnya, SwRI bekerja dengan meletakkan dasar untuk penelitian ini. Bahkan pada tahun 2018, SwRI memanfaatkan dana penelitiannya sendiri.

Dana tersebut digunakan dalam pengembangan ide yang bermanfaat untuk tur orbital. Dengan demikian, pihaknya bisa menyelidiki planet Pluto dan lalu menuju Sabuk Kuiper.

Dalam mengorbit planet Pluto, tentu saja ada rintangan yang dihadapi para astronomi. Dimana rintangan tersebut adalah propollant.

Untuk bisa mengorbit di sekitar planet Pluto, perlu banyak propollant yang disiapkan. Tak hanya itu, propollant juga dibutuhkan untuk mempelajari interaksi angin Matahari, bulan, atmosfer, dan berbagai aspek penting lainnya.

Meski begitu, studi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa gravitasi dari satelit Charon membantu proses Pluto orbiter.

Dengan demikian, para ahli bisa mempelajari Pluto selama beberapa tahun. Kemudian dengan gravitasi yang sama bisa mengarahkan ke Sabuk Kuiper.

Fakta Menarik Tentang Pluto

Terlepas dari misi ke planet Pluto, ada sejumlah fakta menarik tentang planet ini yang sebaiknya anda tahu. Adapun salah satunya yaitu asal usul namanya.

Tak banyak yang tahu bahwa nama Pluto diusulkan oleh anak yang usianya 11 tahun. Diketahui bahwa anak tersebut bernama Venetia Burney, siswi dari Oxford, Inggris.

Sejak diumumkan pada 13 Maret 1930, planet kesembilan ini memang belum memiliki nama. Venetia yang mengetahui bahwa nama planet diambil dari nama Dewa Yunani pun mengusulkan nama Pluto.

Pluto itu sendiri adalah nama Dewa Yunani Dunia Bawah. Dengan didukung kakeknya yang bekerja sebagai kepala pustakawan Perpustakaan Bodleian di Universita Oxford, Falconer Madan, nama Pluto digunakan sampai sekarang.

Fakta menarik lainnya tentang Pluto adalah jumlah satelitnya. Diketahui bahwa Pluto memiliki 5 satelit yang bernama Charon, Hydra, Nix, Kerberos, dan Styx.

Dilakukannya misi ke planet Pluto dengan melibatkan pesawat luar angkasa untuk mengorbitnya bisa memudahkan dalam pengamatan sehingga akan mengungkap lebih banyak fakta menarik lainnya. (R10/HR-Online)

Loading...